
Pantau - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bersama Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA) memperkuat kerja sama riset konservasi dugong dan ekosistem lamun di kawasan Laut Arafura dan Timor, Rabu (22/4/2026).
Kolaborasi Riset dan Pelibatan Mahasiswa
Wakil Rektor Bidang Akademik Undana Prof. Annytha I.R. Detha menyatakan kampusnya siap mendukung kolaborasi melalui penyediaan sumber daya manusia, fasilitas laboratorium, hingga pelibatan mahasiswa dalam riset lapangan.
Ia mengatakan, "Undana memiliki potensi besar dalam pengembangan riset kelautan berbasis wilayah kepulauan."
Kerja sama ini mencakup kegiatan focus group discussion (FGD), survei lapangan di wilayah Nusa Tenggara Timur, serta koordinasi dengan kementerian terkait guna menghasilkan kebijakan berbasis data ilmiah.
Perkuat Konservasi Regional Laut Arafura-Timor
Direktur Eksekutif Interim ATSEA Dr. Handoko Adi Susanto menilai Undana sebagai mitra strategis dalam penguatan konservasi regional karena kapasitas akademik dan posisi geografisnya.
Ia mengungkapkan, "Kami melihat Undana memiliki kapasitas yang mumpuni untuk mendukung riset dan upaya pelestarian ekosistem laut."
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari kolaborasi lintas negara antara Indonesia, Australia, Papua Nugini, dan Timor Leste dalam menjaga biodiversitas kawasan yang rentan.
Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Undana Yefry C. Adoe menambahkan bahwa kedua pihak tengah mematangkan dokumen kerja sama berupa Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang ditargetkan ditandatangani pada Mei 2026.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pelestarian ekosistem laut sekaligus memberikan dampak ekologis dan ekonomi bagi masyarakat pesisir di Nusa Tenggara Timur.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








