HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Percepat Pembangunan 28.972 Hunian Tetap bagi Korban Bencana di Sumatera

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Pemerintah Percepat Pembangunan 28.972 Hunian Tetap bagi Korban Bencana di Sumatera
Foto: (Sumber : Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari memberikan penjelasan terkait mekanisme proses penyaluran bantuan serta pembangunan rumah hunian bagi korban bencana Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, di Jakarta, Senin (30/3/2026) ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Pantau - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan 28.972 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Prioritas Hunian bagi Warga Terdampak Parah

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan pembangunan tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya rusak berat, hanyut, atau berada di zona rawan bencana.

"Penyediaan hunian secara permanen ini menjadi langkah nyata pemerintah untuk memberikan kembali tempat tinggal demi kehidupan yang lebih baik pascabencana," ungkapnya.

Berdasarkan data BNPB, target pembangunan di Aceh mencapai 18.354 unit, di Sumatera Utara sebanyak 6.432 unit, dan di Sumatera Barat sebanyak 4.186 unit yang saat ini dalam proses pembangunan sesuai usulan pemerintah daerah.

Spesifikasi Rumah dan Mitigasi Bencana

Abdul menjelaskan huntap yang dibangun berupa rumah tipe 36 dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, serta taman kecil di bagian depan.

Bangunan tersebut dirancang tahan gempa dengan material berkualitas seperti bata merah, pondasi batu kali, serta penguatan tulangan besi pada dinding untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penghuni.

"Struktur bangunan dibuat kokoh dengan material berkualitas, termasuk penggunaan lantai keramik untuk menjamin kebersihan dan kenyamanan penghuninya," katanya.

Selain pembangunan hunian, BNPB bersama TNI, Polri, dan Kementerian Pekerjaan Umum juga melakukan perbaikan infrastruktur vital seperti normalisasi sungai dan jembatan guna mengantisipasi bencana susulan.

Penulis :
Ahmad Yusuf