HOME  ⁄  Nasional

BRIN Ungkap Ikan Gabus Berpotensi Jadi Superfood Lokal dengan Kandungan Protein dan Albumin Tinggi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BRIN Ungkap Ikan Gabus Berpotensi Jadi Superfood Lokal dengan Kandungan Protein dan Albumin Tinggi
Foto: (Sumber : Ilustrasi - Penjual ikan memperlihatkan ikan gabus (Channa striata) yang dijualnya dengan harga Rp45 ribu per kilogram, di Pasar Flamboyan, Pontianak, Kalbar. ANTARA FOTO/JESSICA HELENA WUYSANG)

Pantau - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan ikan gabus (Channa striata) memiliki potensi besar menjadi superfood lokal Indonesia karena kandungan protein berkualitas tinggi dan senyawa bioaktif yang mendukung kesehatan.

Kandungan Gizi Unggulan dan Manfaat Kesehatan

Peneliti Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN Ekowati Chasanah menyatakan ikan gabus kaya akan asam amino esensial dan non-esensial yang mudah dicerna serta relevan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa salah satu komponen utama ikan gabus adalah albumin yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh serta membantu transportasi hormon.

"Kombinasi kandungan albumin dan zat gizi lain pada ikan gabus berpotensi mendukung proses penyembuhan luka, menjaga keseimbangan cairan tubuh, serta membantu meningkatkan kondisi kesehatan secara umum," katanya.

Selain itu, ikan gabus juga mengandung senyawa bioaktif seperti peptida, asam lemak, dan mikronutrien yang berpotensi memberikan efek tambahan seperti antihipertensi.

Peluang Hilirisasi dan Tantangan Pengolahan

Ekowati menekankan bahwa kualitas nutrisi ikan gabus sangat dipengaruhi oleh penanganan pascapanen dan metode pengolahan yang tepat.

Ia menyebut pemanasan tidak langsung dan standardisasi berbasis riset menjadi kunci untuk menjaga stabilitas kandungan gizi dan senyawa aktif dalam produk turunan.

"Dari sisi ekonomi, hilirisasi ikan gabus berpotensi memperkuat industri pangan lokal dan mendukung kemandirian pangan nasional," ujarnya.

Pengembangan ikan gabus sebagai pangan fungsional dinilai memiliki peluang besar, mulai dari ekstrak albumin hingga produk olahan siap konsumsi.

Namun, ia menegaskan bahwa pengembangan tersebut memerlukan dukungan riset berkelanjutan, termasuk inovasi teknologi, standardisasi mutu, serta pengujian keamanan dan efektivitas produk.

Penulis :
Aditya Yohan