
Pantau - Penyelenggaraan kejuaraan daerah secara konsisten di seluruh wilayah DKI Jakarta menjadi tantangan utama Perbasi DKI Jakarta dalam upaya pembinaan atlet bola basket.
Hal itu disampaikan calon tunggal Ketua Umum DPD Perbasi DKI Jakarta periode 2026-2030, Lexyndo Hakim, usai pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) di Kantor Dispora DKI Jakarta, Rabu.
“Tantangannya adalah membuat pengurus bisa konsisten dalam penyelenggaraan kejurkot maupun kejurkab di lima kota dan satu kabupaten se-DKI Jakarta, bahkan standar atau kualitas penyelenggaraannya juga harus sama merata,” ujarnya.
Perbedaan Regulasi Jadi Sorotan
Lexyndo menjelaskan bahwa selama periode sebelumnya, program kerja organisasi telah berjalan, namun masih terdapat kendala teknis terutama terkait perbedaan aturan kompetisi.
Ia menilai perbedaan regulasi antara kejuaraan tingkat kota dan kabupaten kerap menimbulkan gesekan saat pelaksanaan.
“Kejurkot tertentu memiliki aturan berbeda, terutama untuk kelompok usia dini, terus ketika masuk ke kejurda, ada penyesuaian lagi, jadi hal itu yang sedang kami fasilitasi agar bisa diminimalkan perbedaannya,” ungkapnya.
Menurutnya, keseragaman aturan menjadi kunci penting untuk menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan dan memberikan kenyamanan bagi atlet saat bertanding.
Target Pembinaan Lebih Merata
Lexyndo menegaskan bahwa menjaga konsistensi sistem kompetisi menjadi tantangan terbesar ke depan dibandingkan sekadar penyelenggaraan turnamen.
Ia berharap keselarasan regulasi dari tingkat kota hingga nasional dapat meningkatkan kualitas kompetisi dan berdampak pada prestasi bola basket Indonesia.
Dengan dukungan lima pengurus kota dan satu kabupaten di DKI Jakarta, ia optimistis mampu menjalankan amanah pada periode mendatang.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, KONI, dan klub bola basket untuk memperkuat ekosistem olahraga tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan








