HOME  ⁄  Nasional

Rudi Rochmansyah Tegaskan Layanan Perpustakaan DPR Harus Tetap Optimal di Tengah Kerja Fleksibel

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rudi Rochmansyah Tegaskan Layanan Perpustakaan DPR Harus Tetap Optimal di Tengah Kerja Fleksibel
Foto: Kepala Biro Protokol dan Humas DPR RI, Rudi Rochmansyah saat membuka seminar bertema "Akses Tanpa Terputus: Menjaga Produktivitas dan Layanan Publik di Masa Work From Home (WFH)"di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 22/4/2026 (sumber: DPR RI)

Pantau - Rudi Rochmansyah menegaskan layanan publik Perpustakaan DPR RI harus tetap berjalan optimal meskipun menerapkan pola kerja fleksibel seperti work from home (WFH) dan work from anywhere (WFA).

Optimalisasi Layanan di Tengah Kerja Fleksibel

Rudi menyatakan bahwa pelayanan publik tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun, termasuk saat terjadi perubahan sistem kerja di lingkungan lembaga negara.

"Pelayanan publik tidak boleh terhenti dalam kondisi apa pun. Justru di tengah pola kerja fleksibel, kita harus memastikan akses masyarakat terhadap informasi tetap mudah dan terbuka," ujarnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama dalam menjaga kesinambungan layanan perpustakaan di tengah penerapan sistem kerja fleksibel.

Digitalisasi dinilai memungkinkan masyarakat tetap dapat mengakses referensi dan informasi tanpa harus hadir secara fisik di perpustakaan.

Digitalisasi dan Peningkatan SDM

Rudi menambahkan bahwa koordinasi antarunit kerja menjadi faktor penting untuk menjaga efektivitas layanan dalam situasi kerja fleksibel.

Menurutnya, kolaborasi yang solid serta penggunaan platform digital diperlukan agar pelayanan tetap optimal dan responsif.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Perubahan sistem kerja harus diikuti dengan peningkatan kompetensi aparatur agar mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat," katanya.

Transformasi layanan digital ini disebut sebagai bagian dari agenda reformasi birokrasi di lingkungan DPR RI yang bertujuan menciptakan layanan publik yang lebih transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

DPR RI berharap layanan berbasis digital dapat memperkuat fungsi kelembagaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik, dengan Perpustakaan DPR RI tetap menjadi pusat informasi yang adaptif dan relevan di era digital.

Penulis :
Arian Mesa