HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Ajukan Tambahan 9.000 Tenaga Pendidik untuk Kejar Target 100.000 Siswa Sekolah Rakyat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemerintah Ajukan Tambahan 9.000 Tenaga Pendidik untuk Kejar Target 100.000 Siswa Sekolah Rakyat
Foto: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono memberikan keterangan usai seremoni memperingati HUT ke-22 Tagana di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis 23/4/2026 (sumber: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Pantau - Kementerian Sosial mengajukan penambahan lebih dari 5.000 guru dan 4.000 tenaga kependidikan kepada Kementerian PAN-RB untuk mendukung lonjakan jumlah siswa dalam program Sekolah Rakyat.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan kebutuhan tenaga pendidik meningkat seiring target ekspansi program pendidikan gratis tersebut.

"Kami sudah mengajukan ke Kementerian PAN-RB untuk menambah lebih dari 5.000 guru dan lebih dari 4.000 tenaga kependidikan lainnya untuk sekolah rakyat ini," ungkapnya.

Saat ini jumlah siswa Sekolah Rakyat hampir mencapai 16.000 orang yang tersebar di berbagai daerah.

Pemerintah menargetkan penambahan lebih dari 30.000 siswa baru pada tahun ini sehingga total peserta didik melampaui 45.000 siswa.

Target Ekspansi dan Kebutuhan Guru

Pada tahun depan, pemerintah menargetkan lebih dari 60.000 siswa baru sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Jadi, tahun depan target kita secara keseluruhan sudah bisa melayani lebih dari 100.000 siswa Sekolah Rakyat, untuk itu dibutuhkan tambahan guru," ia mengungkapkan.

Penentuan keahlian dan spesifikasi guru diserahkan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memastikan kesesuaian kebutuhan pengajaran.

Guru dan tenaga kependidikan yang terpilih tetap akan mengikuti pelatihan dan pembinaan khusus guna menjaga kualitas pendidikan.

"Tetap akan ada retreat dan pelatihan-pelatihan untuk memastikan kualitas penyelenggaraan pendidikan bagi siswa kita," katanya.

Program Prioritas dan Perluasan Sekolah

Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Prabowo untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi anak dari keluarga kurang mampu.

Program ini menyasar kelompok Desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional.

Sekolah Rakyat mengintegrasikan berbagai layanan seperti Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, jaminan kesehatan, hingga dukungan program sosial lainnya.

Saat ini terdapat 166 Sekolah Rakyat rintisan di 38 provinsi sejak Juli 2025 yang telah menampung sekitar 15.900 siswa dari jenjang SD hingga SMA.

Pemerintah juga tengah membangun 101 sekolah permanen pada tahun ini sebagai bagian dari target 500 sekolah hingga 2029.

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya, ditambahkan 10 titik Sekolah Rakyat rintisan yang menyasar anak telantar, anak jalanan, dan anak berpotensi putus sekolah.

Penulis :
Leon Weldrick