
Pantau - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong penguatan sistem pengawasan untuk mencegah kecurangan berulang dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026.
Ribuan Peserta Terindikasi Curang
Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti maraknya praktik kecurangan dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 yang mulai digelar sejak 21 April.
“Berbagai temuan kecurangan yang masih terjadi di UTBK 2026 menjadi tantangan integritas dalam kompetisi pendidikan nasional,” ujarnya.
Tercatat sebanyak 2.640 peserta terindikasi melakukan kecurangan dengan berbagai modus, mulai dari penggunaan joki, pemalsuan dokumen, hingga penggunaan alat komunikasi tersembunyi.
Panitia juga menemukan indikasi adanya sindikat joki yang terorganisir dan berpotensi menghadapi sanksi pidana.
DPR Dorong Perbaikan Sistem dan Nilai Integritas
Puan menilai praktik kecurangan yang semakin kompleks menunjukkan adanya pola sistematis yang mengancam fondasi etika pendidikan.
“Ketika ruang seleksi dimasuki strategi manipulatif yang disiapkan secara sistematis, persoalannya bukan lagi sekadar pelanggaran ujian, tetapi menyangkut fondasi etika pendidikan,” tuturnya.
Dengan jumlah peserta mencapai 871.496 orang yang memperebutkan sekitar 260.000 kursi perguruan tinggi negeri, ia menegaskan pentingnya menjaga prinsip meritokrasi dalam seleksi.
“Setiap bentuk kecurangan merusak kepercayaan terhadap mekanisme seleksi berbasis kemampuan dan usaha yang adil. Setiap celah harus menjadi bahan koreksi sistematis dalam desain seleksi berikutnya,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa penguatan sistem pengawasan harus diiringi pembentukan nilai kejujuran sejak dini dalam sistem pendidikan.
“Persoalan ini juga terkait bagaimana sistem pendidikan membentuk nilai kejujuran, usaha, dan makna kompetisi. Kejujuran akademik tidak bisa dibentuk hanya di ruang ujian, tetapi harus menjadi bagian dari proses pendidikan sejak awal,” demikian Puan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








