
Pantau - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengajak seluruh perguruan tinggi di Indonesia agar lebih responsif dan memberikan dampak nyata terhadap pembangunan bangsa.
Dorongan Kampus Berdampak dan Responsif
Ajakan tersebut disampaikan dalam dialog strategis bersama pimpinan perguruan tinggi di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dihadiri Perguruan Tinggi Negeri, Perguruan Tinggi Swasta, politeknik, serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan.
Ia menekankan konsep kampus berdampak, di mana aktivitas akademik harus terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Ia mengungkapkan, "Kita ingin pengetahuan, riset, serta mahasiswa yang belajar di kampus betul-betul dapat melakukan praktik langsung sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar."
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga integritas lingkungan kampus dari berbagai bentuk kekerasan.
Ia menyoroti tantangan pembinaan mahasiswa di era digital serta pentingnya peran pendidik dalam membentuk karakter.
Komitmen Peningkatan Layanan Pendidikan Tinggi
Ia menekankan perlunya respons cepat terhadap berbagai kendala yang dihadapi perguruan tinggi.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berkomitmen meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi melalui penyederhanaan regulasi.
Penguatan peran LLDikti sebagai lembaga layanan juga menjadi fokus perbaikan.
Ia menyampaikan, "Kami dengan senang hati menerima masukan-masukan untuk perbaikan layanan termasuk melalui LLDikti."
Ia mengajak pimpinan perguruan tinggi untuk tetap optimistis dalam mendidik generasi muda.
Ia mengungkapkan, “Kita harus tetap optimistis, bergerak bersama sama untuk mendidik mereka. Saya yakin di antara mereka pasti ada yang nantinya bukan hanya menjadi pemimpin di masyarakat, tetapi menjadi pemimpin bangsa, pelopor pembangunan.”
- Penulis :
- Gerry Eka







