
Pantau - Program magang nasional dinilai menjadi peluang besar bagi lulusan baru untuk memasuki dunia kerja dan mengurangi angka pengangguran.
Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada Tadjudin Nur Effendi menyebut program ini sebagai angin segar bagi fresh graduate.
"Itu angin segar. Apresiasi betul itu untuk pemerintah bisa memberi tempat magang 11 ribuan peserta. Mungkin bisa ditingkatkan lagi," ungkapnya.
Program ini memberikan pengalaman kerja sekaligus sertifikat yang dapat menjadi bekal dalam melamar pekerjaan.
Peserta magang memperoleh keterampilan praktis selama mengikuti program.
"Iya, program ini membantu juga karena mereka akan punya sertifikat yang membantu mereka mencari kerja di tempat lain. Kan bisa melamar ke tempat lain dengan modal sertifikat bahwa dia pernah magang dan punya keterampilan tertentu," jelasnya.
Pengamat berharap jumlah peserta dapat ditingkatkan hingga mencapai 25 ribu orang.
Ia juga mendorong perusahaan merekrut peserta magang sesuai kebutuhan setelah program selesai.
"Tapi, jangan diwajibkan (perusahaan merekrut). Artinya, sesuai dengan kebutuhan perusahaan masing-masing. Jadi, anak-anak sarjana yang sudah dilatih, kemudian dapat kerja, itu kan membuat lega," tambahnya.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menutup Program Magang Nasional 2025 Tahap I yang berlangsung sejak Oktober 2025 hingga April 2026.
Pemerintah saat ini tengah menghitung jumlah peserta yang direkrut perusahaan setelah program berakhir.
Program ini melibatkan 1.185 perusahaan dan 5.267 mentor.
Total peserta terpilih mencapai 16.112 orang dari dua tahap seleksi, dengan sekitar 11.949 peserta aktif.
Peserta yang menyelesaikan program selama enam bulan akan mendapatkan sertifikat, sedangkan yang kurang dari enam bulan memperoleh surat keterangan.
- Penulis :
- Gerry Eka




