
Pantau - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur menggenjot program afirmasi untuk mencetak anak-anak pedalaman menjadi guru dan mengabdi di kampung halaman mereka.
Pelaksana tugas Kepala Disdikbud Kaltim Armin menyatakan kebijakan ini bertujuan mengatasi kekurangan tenaga pendidik di daerah terpencil.
Ia mengatakan, "Kebijakan afirmasi ini sangat dibutuhkan untuk mencetak guru-guru dari pedalaman dan mengembalikan mereka ke daerah asalnya, karena pengajar dari luar daerah seringkali tidak bertahan lama," ujarnya di Samarinda, Senin.
Program Pendidikan dan Tantangan di Pedalaman
Disdikbud Kaltim membuka peluang bagi putra-putri daerah untuk menempuh pendidikan di fakultas keguruan melalui program kuliah gratis.
Lulusan program tersebut nantinya akan diarahkan menjadi tenaga pendidik di kampung asal masing-masing.
Armin menjelaskan akses pendidikan berkualitas perlu diperluas hingga wilayah terpencil seperti hulu Mahakam untuk meningkatkan angka partisipasi pendidikan.
Ia mengungkapkan tantangan yang dihadapi masih rendahnya minat anak untuk bersekolah meskipun fasilitas seperti asrama telah tersedia.
Pemerataan Guru dan Penguatan Infrastruktur
Disdikbud Kaltim juga mendorong peningkatan kesadaran orang tua melalui sosialisasi agar mendukung pendidikan anak-anak di daerah.
Selain itu, pemerintah memberikan kuota khusus bagi siswa dari wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) untuk mengakses pendidikan berkualitas melalui program sekolah unggulan.
Armin menegaskan perlunya penyesuaian regulasi pendidikan agar sesuai dengan kebutuhan lokal termasuk penempatan guru PPPK ke daerah pedalaman.
Ia menyebut pemerataan tenaga pendidik harus diiringi dengan pembangunan infrastruktur agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah.
Disdikbud Kaltim menargetkan seluruh sekolah di wilayahnya mencapai standar Sekolah Nasional Plus pada tahun 2028.
- Penulis :
- Aditya Yohan







