HOME  ⁄  Nasional

Gas Bumi Dinilai Jadi Energi Bersih dan Efisien untuk Dukung Pariwisata Bali

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Gas Bumi Dinilai Jadi Energi Bersih dan Efisien untuk Dukung Pariwisata Bali
Foto: (Sumber : Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi XIII DPR RI di Badung, Bali, Jumat (25/4/2026). Foto: Hira/Alma.)

Pantau - Komisi XII DPR RI menilai pemanfaatan gas bumi menjadi pilihan energi yang lebih bersih dan efisien untuk menopang sektor pariwisata serta ketahanan energi di Bali pada 25 April 2026.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyampaikan hal tersebut dalam Kunjungan Kerja Reses di Badung, Bali, dengan menekankan pentingnya pasokan energi andal bagi daerah tujuan wisata.

Peran Strategis Gas Bumi untuk Pariwisata

Ia mengatakan, “Gas bumi tidak hanya lebih bersih, tetapi juga menjadi instrumen penting untuk menjaga daya saing sektor pariwisata yang membutuhkan energi andal dan efisien.”

Menurutnya, Bali sebagai etalase pariwisata nasional sangat bergantung pada kualitas lingkungan dan ketersediaan energi untuk mendukung sektor hotel, restoran, dan kafe.

Bambang juga menyoroti peran PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai holding gas nasional dalam mengembangkan pasar dan infrastruktur gas bumi.

Ia menjelaskan, “Peran PGN dijalankan melalui entitas seperti Pertagas Niaga, Gagas Energi Indonesia, dan Perta Daya Gas yang saling melengkapi dalam pengembangan layanan gas bumi.”

Tantangan Infrastruktur dan Pengembangan Ekosistem

Pemanfaatan gas bumi di Bali disebut mulai berkembang, terutama di sektor perhotelan dan kawasan pariwisata melalui penyaluran CNG dan LNG.

Ia mengungkapkan, “Pemanfaatan gas bumi di Bali mulai berkembang, terutama di sektor perhotelan dan kawasan pariwisata.”

Selain itu, gas bumi juga dinilai semakin strategis dalam mendukung ketenagalistrikan, termasuk pasokan untuk pembangkit seperti PLTG Pesanggaran.

“Gas bumi kini tidak hanya untuk kebutuhan komersial, tetapi juga mendukung keandalan sistem kelistrikan,” ujarnya.

Namun, Bambang mengakui masih terdapat kendala utama berupa keterbatasan infrastruktur seperti fasilitas penyimpanan, moda angkut, dan jaringan distribusi.

“Keterbatasan infrastruktur masih menjadi tantangan utama dalam memperluas pemanfaatan gas bumi di Bali,” katanya.

Ia menambahkan, “Kami ingin mendapatkan gambaran komprehensif untuk memperkuat rekomendasi kebijakan di sektor energi.”

Hasil pertemuan ini akan menjadi bahan bagi DPR dalam memperkuat pengawasan dan menyusun kebijakan guna mendukung ketahanan energi nasional.

“Masukan dari pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi Bali ke depan,” pungkasnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf