HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Jadi Tuan Rumah IGIC 2026, Menag Dorong Peran Global Imam Masjid

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia Jadi Tuan Rumah IGIC 2026, Menag Dorong Peran Global Imam Masjid
Foto: Menteri Agama Nasaruddin Umar (sumber: Kemenag)

Pantau - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan Indonesia akan menjadi tuan rumah International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 dengan melibatkan sekitar 500 imam dari berbagai negara.

Konferensi internasional tersebut akan digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan Islamic Center Palembang sebagai bagian dari upaya memperkuat peran Indonesia dalam kepemimpinan keagamaan global.

Menag menyatakan, "Kita ingin menunjukkan bahwa dari Indonesia, lahir gagasan keagamaan yang damai, toleran, dan relevan bagi dunia," ungkapnya.

Salah satu hasil utama yang ditargetkan dari forum ini adalah lahirnya Deklarasi Grand Imam Internasional untuk Perdamaian Global.

Peran Strategis Imam dalam Kepemimpinan Global

IGIC 2026 dirancang sebagai jembatan antara praktik kepemimpinan spiritual lokal dan dinamika global, sekaligus memperkuat konektivitas kepemimpinan keagamaan Indonesia di tingkat internasional.

Menag menegaskan, "Kita ingin membangun jembatan keagamaan. Imam di Indonesia tidak hanya berperan di ruang ibadah, tetapi juga menjadi pemimpin peradaban yang mampu menjawab tantangan global," ujarnya.

Indonesia dinilai memiliki potensi besar dalam kepemimpinan keagamaan berbasis masyarakat dengan jumlah masjid dan mushalla yang sangat besar.

Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (Simas), terdapat lebih dari 740 ribu masjid dan mushalla di seluruh Indonesia dengan jutaan imam yang membimbing masyarakat.

Menag menambahkan, "Ini potensi luar biasa. Imam adalah garda terdepan dalam membentuk cara pandang umat," katanya.

Transformasi Fungsi Masjid di Era Modern

Menag juga menekankan pentingnya transformasi fungsi masjid agar tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat literasi keagamaan.

Masjid diharapkan mampu berperan dalam menangkal disinformasi serta memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat.

Selain itu, masjid didorong menjadi pusat pemberdayaan ekonomi melalui pengelolaan zakat dan infak.

Masjid juga diharapkan menjadi ruang penguat harmoni sosial di tengah masyarakat.

Para imam diminta terus meningkatkan kapasitas diri, termasuk dalam penguasaan teknologi dan penguatan wawasan kebangsaan.

Langkah tersebut dinilai penting agar imam mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga keutuhan negara.

Penulis :
Leon Weldrick