HOME  ⁄  Nasional

DPRD DKI Dorong Sidak Rutin Penjualan Air Keras untuk Cegah Penyiraman

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

DPRD DKI Dorong Sidak Rutin Penjualan Air Keras untuk Cegah Penyiraman
Foto: (Sumber: Tangkapan layar - Seorang pria menjadi korban penyiraman diduga air keras oleh dua orang tak dikenal di kawasan Jalan Dharma Wanita V, RW 01 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (26/4/2026) sore sekira pukul 17.31 WIB. ANTARA/Risky Syukur.)

Pantau - Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendorong inspeksi mendadak secara berkala ke lokasi penjualan air keras guna mencegah penyalahgunaan yang berujung pada kasus penyiraman di ibu kota.

Usul Pembentukan Gugus Tugas Khusus

Rio mengusulkan pembentukan gugus tugas tingkat provinsi yang melibatkan DPRD, Pemprov DKI, kepolisian, BPOM, dan Kementerian Perindustrian untuk melakukan pengawasan terpadu.

"Kami mendorong pembentukan gugus tugas khusus tingkat provinsi yang terdiri dari DPRD, Pemprov, Kepolisian, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), dan Kementerian Perindustrian untuk melakukan operasi rutin," ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan seiring maraknya kasus penyiraman air keras yang menimbulkan korban dengan luka serius hingga trauma mendalam.

Ia menekankan perlunya operasi rutin dan evaluasi regulasi setiap tiga bulan untuk menutup celah peredaran bebas bahan kimia berbahaya tersebut.

Pelaku Diminta Dihukum Berat Tanpa Mediasi

Rio menegaskan pelaku penyiraman air keras harus ditindak tegas tanpa penerapan restorative justice karena termasuk kejahatan berat.

"Pelaku juga harus diancam hukuman berat sesuai KUHP dan UU Tindak Kekerasan," tegasnya.

Kasus penyiraman air keras diketahui telah menimpa sejumlah korban, termasuk figur publik seperti Novel Baswedan dan Andrie Yunus serta warga biasa.

Di Jakarta Barat, polisi telah menangkap dua pelaku penyiraman air keras di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, pada Minggu (26/4) malam.

"Dua orang sudah ditangkap Resmob Polda," kata Kasat Reskrim Polsek Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung.

Saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap motif di balik aksi penyiraman tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf