HOME  ⁄  Nasional

Ribuan Calon Haji Riau Diberangkatkan Bertahap ke Tanah Suci, Sejumlah Jamaah Tertunda karena Kesehatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Ribuan Calon Haji Riau Diberangkatkan Bertahap ke Tanah Suci, Sejumlah Jamaah Tertunda karena Kesehatan
Foto: (Sumber: Ilustrasi jamaah calon haji asal Riau menuju keberangkatan di Embarkasi Haji Batam, Kepulauan Riau. ANTARA/HO-Kanwil Kemenhaj Riau.

Pantau - Sebanyak 3.051 calon haji asal Provinsi Riau telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui embarkasi Batam secara bertahap sejak akhir April hingga awal Mei 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau Defizon menyampaikan total jamaah yang telah diberangkatkan mencapai 3.096 orang termasuk petugas, meski sebagian harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan.

“Alhamdulillah, sampai saat ini sebanyak 3.096 calon haji asal Riau sudah diberangkatkan ke Tanah Suci. Memang ada beberapa yang harus menunda keberangkatan karena sakit,” ujarnya.

Pemberangkatan dilakukan melalui beberapa kelompok terbang (kloter) mulai dari BTH 3 hingga BTH 9 dengan jumlah jamaah bervariasi di setiap kloter.

Defizon menjelaskan terdapat 18 orang yang tertunda, terdiri dari tujuh jamaah yang masih dirawat di Batam, enam pendamping, empat jamaah sakit di daerah asal, serta satu orang yang meninggal dunia sebelum keberangkatan.

Kloter BTH 3 memberangkatkan 443 orang dengan dua orang tertunda, sementara BTH 4 membawa 440 orang dengan lima orang tertunda.

Kloter BTH 5 memberangkatkan 438 orang dengan tujuh orang tertunda, sedangkan BTH 6 mengangkut 399 orang dengan penyesuaian mutasi antarkloter.

“Mutasi ini hal biasa dalam penyelenggaraan haji, biasanya karena penyesuaian data atau kondisi jamaah,” kata Defizon.

Kloter BTH 7 menjadi yang terbesar dengan 488 jamaah, diikuti BTH 8 sebanyak 445 orang dengan enam orang tertunda dan satu jamaah meninggal dunia.

Adapun kloter BTH 9 yang diberangkatkan pada 1 Mei membawa 443 orang, dengan dua jamaah masih menjalani perawatan di Batam.

Defizon menegaskan pemerintah terus memastikan pelayanan maksimal bagi jamaah, terutama dalam aspek kesehatan sebelum keberangkatan.

“Kami pastikan jamaah mendapatkan pelayanan maksimal. Kesehatan menjadi prioritas utama agar mereka bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar,” ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan