
Pantau - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa imunisasi rutin menjadi kunci utama dalam mencegah kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular di Indonesia, seiring masih munculnya berbagai wabah yang sebenarnya dapat dicegah.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Piprim Basarah Yanuarso dalam momentum Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Cirebon.
“Kita masih melihat bagaimana Indonesia masih disibukkan dengan berbagai KLB atau wabah penyakit menular yang sebetulnya bisa dicegah dengan imunisasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sejarah menunjukkan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata mampu mengendalikan penyebaran penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Menurutnya, pencegahan melalui imunisasi jauh lebih efisien dibandingkan penanganan wabah yang sudah terjadi.
“Kalau terjadi KLB itu biayanya jauh lebih mahal daripada apabila kita melakukan imunisasi rutin,” tegas Piprim.
Program respons wabah seperti Outbreak Response Immunization juga dinilai membutuhkan biaya dan sumber daya yang lebih besar dibandingkan imunisasi rutin.
Ketua Satgas Imunisasi IDAI, Hartono Gunardi, menyampaikan bahwa cakupan imunisasi sempat menurun akibat pandemi COVID-19.
Penurunan tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lain.
Ia menambahkan bahwa keraguan masyarakat terhadap vaksin menjadi tantangan lain dalam meningkatkan cakupan imunisasi.
Hartono mencontohkan sejumlah negara di Eropa yang kembali mengalami KLB campak akibat menurunnya kepercayaan terhadap vaksin.
“Dengan melengkapi imunisasi anak, bukan hanya melindungi anak, tetapi juga melindungi anggota keluarga lain,” ujarnya.
IDAI mengimbau orang tua untuk memeriksa kelengkapan imunisasi anak melalui buku KIA dan segera melengkapinya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Cirebon menetapkan kejadian luar biasa campak sejak 20 Februari 2026.
Hingga minggu ke-13 atau per 4 April 2026, tercatat 150 kasus suspek campak dengan sembilan kasus terkonfirmasi positif.
Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan cakupan imunisasi untuk mencegah penyebaran penyakit menular.
- Penulis :
- Gerry Eka





