HOME  ⁄  Nasional

Pemerintah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Kawasan untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemerintah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Kawasan untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem
Foto: (Sumber: Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (kanan) bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kiria0 dan Menko PM Muhaimin Iskandar dalam rapat tingkat menteri di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026). ANTARA/HO Kementerian Ekonomi Kreatif..)

Pantau - Pemerintah memperkuat kolaborasi lintas kementerian dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kawasan guna mendorong UMKM dan menekan kemiskinan ekstrem.

Kolaborasi Lintas Kementerian Dorong Ekraf

Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat menggencarkan sinergi untuk mengembangkan sektor ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan pihaknya siap memfasilitasi pelaku usaha kreatif, khususnya dari kelompok masyarakat kurang mampu agar mampu berkembang.

"Pegiat ekonomi kreatif semakin berkembang tidak hanya di kota besar tetapi di berbagai desa, kecamatan, dari Sabang sampai Merauke. Mereka semua bertalenta dan kami terus memberikan kesempatan untuk naik kelas," ungkapnya.

Upaya ini dilakukan dengan mengaktivasi desa kreatif serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan ekonomi kreatif tidak hanya di pusat, tetapi juga di daerah.

Blok M Jadi Contoh Sukses Kawasan Ekraf

Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyatakan optimisme bahwa kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai sinergi antar kementerian menjadi langkah strategis dalam mengatasi kemiskinan.

Rapat tingkat menteri yang digelar di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (4/5), menjadi ajang melihat langsung praktik ekonomi berbasis kawasan.

Kawasan Blok M dinilai berhasil dengan rata-rata 80.000 pengunjung per hari dan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp5 miliar.

Model tersebut rencananya akan direplikasi di berbagai daerah sebagai upaya memperkuat ekonomi lokal berbasis komunitas.

Penulis :
Aditya Yohan