
Pantau - Peneliti Ahli Madya BRIN Basuki Rachmat menawarkan solusi inovatif pengolahan limbah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi energi dan produk bernilai ekonomi di Jakarta, Selasa (5/5/2026) pukul 19.51 WIB.
Basuki Rachmat dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa limbah pangan dari program MBG dapat diolah menjadi energi melalui berbagai teknologi modern.
Teknologi Pengolahan Limbah Menjadi Energi
Teknologi pirolisis, gasifikasi, pencernaan anaerobik, dan hidrotermal karbonisasi mampu mengubah limbah organik menjadi produk bernilai seperti biogas, biochar, serta energi listrik.
Basuki menyebut pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu mengurangi volume sampah pangan yang terus meningkat di Indonesia.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan limbah yang tepat juga berpotensi menekan emisi dan meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
Pendekatan Sederhana dan Ekonomi Sirkular
Selain teknologi modern, Basuki menilai metode sederhana seperti komposting, bioaktivator, dan pemanfaatan larva Black Soldier Fly (BSF) tetap relevan untuk skala kecil.
Metode tersebut dapat mengubah limbah organik menjadi pakan ternak dan pupuk yang bermanfaat bagi sektor pertanian.
Basuki menegaskan bahwa pemilihan metode pengolahan harus disesuaikan dengan skala, jenis limbah, dan kapasitas sumber daya yang tersedia.
Ia juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip reduce, reuse, recycle, dan recover untuk meminimalkan limbah serta memaksimalkan pemanfaatan sumber daya.
Menurutnya, pengelolaan limbah pangan yang optimal dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi beban lingkungan dan sosial.
Ia mengungkapkan bahwa produksi limbah pangan di Indonesia mencapai 23 hingga 48 juta ton per tahun yang sebagian besar berasal dari rumah tangga dan berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan.
Basuki menekankan bahwa dengan pendekatan ekonomi sirkular, sisa makanan dapat diubah menjadi sumber daya bernilai tinggi melalui pengelolaan yang tepat.
- Penulis :
- Leon Weldrick





