
Pantau - Seorang pria bernama Nur Hasan (45) tewas tertabrak kereta rel listrik (KRL) saat berupaya melerai aksi tawuran remaja di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (5/5) malam.
“Iya, korban tertabrak KRL yang mengarah ke Stasiun Jatinegara,” kata Ketua RW 10 Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Endang Darmanto di Jakarta, Rabu.
Korban diketahui merupakan warga setempat yang saat itu hendak pulang ke rumah usai menunaikan salat Isya.
Tawuran Dipicu Saling Ejek di Media Sosial
Peristiwa tawuran melibatkan dua kelompok remaja yang saling serang menggunakan senjata tajam, petasan, dan lemparan batu di sekitar bantaran rel kereta api.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tawuran diduga dipicu saling ejek di media sosial hingga berujung bentrokan fisik.
Situasi di lokasi sempat mencekam karena kereta yang melintas juga menjadi sasaran lemparan batu dan tembakan kembang api.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah pengendara memilih menghindari lokasi karena khawatir kendaraannya rusak.
Arus lalu lintas di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kemacetan cukup parah.
Korban Diduga Tidak Menyadari Ada KRL Melintas
Endang menjelaskan korban diduga berusaha melerai tawuran yang terjadi di dekat rel kereta sebelum akhirnya tertabrak KRL.
“Sepertinya mau melerai tawuran, tapi tidak melihat ada kereta yang lewat. Korban masih mengenakan baju koko,” ungkapnya.
Akibat benturan keras, tubuh korban terpental dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara itu, seorang pengendara motor bernama Heru mengaku sempat menyaksikan langsung aksi tawuran tersebut sebelum aparat kepolisian datang membubarkan massa.
“Tidak lama polisi datang, lalu menembakkan gas air mata. Mata saya sampai perih, akhirnya saya menepi ke tempat aman,” kata Heru.
Polisi hingga kini masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti dan pihak-pihak yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





