HOME  ⁄  Nasional

Menhut Sebut Penguatan Kebijakan Jadi Fondasi Konservasi Satwa Indonesia

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Menhut Sebut Penguatan Kebijakan Jadi Fondasi Konservasi Satwa Indonesia
Foto: (Sumber: Pertemuan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan jajaran bersama Chair IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group (AsRSG) Dr. Amirthara Christy Williams dan Chair IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group (AsESG) Heidi S. Riddle di Jakarta, Rabu (6/5/2026). (ANTARA/HO-Kemenhut RI).)

Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan penguatan kebijakan dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menjaga kelestarian satwa terancam punah di Indonesia, seperti badak dan gajah.

IUCN Nilai Indonesia Berada di Jalur Tepat

Raja Juli Antoni mengatakan komunitas konservasi internasional dari IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group (AsRSG) dan IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group (AsESG) menilai Indonesia telah mengambil langkah strategis dalam perlindungan satwa liar.

“Menurut mereka, komitmen politik yang kuat, penguatan kebijakan, serta pendekatan kolaboratif menjadi fondasi penting bagi masa depan konservasi satwa di Indonesia,” kata Raja Juli Antoni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (7/5).

Ia menjelaskan dukungan komunitas konservasi internasional menjadi pengingat bahwa perlindungan gajah, badak, dan habitatnya merupakan kepentingan global.

“Masukan dan dukungan dari komunitas konservasi internasional seperti IUCN menjadi pengingat bahwa menjaga gajah, badak, dan habitatnya bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia,” ujarnya.

IUCN sendiri merupakan organisasi lingkungan global yang menerbitkan Daftar Merah Spesies Terancam Punah dan menjadi rujukan utama status keanekaragaman hayati dunia.

Konservasi Gajah dan Badak Jadi Fokus Utama

Chair IUCN SSC Asian Rhino Specialist Group (AsRSG) Amirthara Christy Williams menilai komitmen politik pemerintah Indonesia menjadi momentum penting dalam sejarah konservasi nasional.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya implementasi program konservasi berjalan efektif di lapangan.

Sementara itu, Chair IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group (AsESG) Heidi S. Riddle mengatakan dukungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Kehutanan menjadi faktor penting dalam mendorong kebijakan konservasi yang lebih progresif.

“Saya pikir pemerintah sudah berada di jalur yang tepat, terutama dengan munculnya berbagai kebijakan atau regulasi yang sedang dibahas,” ungkap Heidi.

Ia juga menilai pendekatan kolaboratif dan keterlibatan berbagai pihak dalam konservasi gajah menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan habitat satwa di Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf