
Pantau - Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka seluruh program studi strata satu termasuk Fakultas Kedokteran bagi penyandang disabilitas melalui jalur afirmasi pada penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari komitmen Unhas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang inklusif dan setara tanpa diskriminasi bagi seluruh calon mahasiswa.
Kepala Pusat Disabilitas (Pusdis) Unhas Dr Ishak Salim mengatakan penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang kerap tidak terlihat sehingga membutuhkan kesempatan yang sama dalam pendidikan tinggi.
“Kami sering menemukan keajaiban-keajaiban. Logikanya, penyandang disabilitas penuh keterbatasan, nyatanya mereka memiliki kemampuan tidak terduga. Yang teman-teman disabilitas butuhkan hanyalah kesempatan,” ungkap Ishak.
Unhas Siapkan Panduan Khusus Pembelajaran Inklusif
Ishak menjelaskan seluruh fakultas di Unhas kini membuka peluang yang sama bagi calon mahasiswa penyandang disabilitas.
Menurutnya, kebijakan tersebut menandai penguatan arah pengembangan Unhas sebagai kampus yang adaptif terhadap keberagaman mahasiswa.
Pusdis Unhas bersama Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) juga menyusun panduan pembelajaran khusus bagi dosen dan tenaga kependidikan.
“Kolaborasi ini telah menghasilkan lima buku panduan bagi dosen yang dapat digunakan dalam mempersiapkan pembelajaran, melakukan asesmen kompetensi, dan evaluasi belajar terhadap mahasiswa penyandang disabilitas,” ujarnya.
Ia menambahkan buku panduan tersebut saat ini masih dalam proses penyelesaian dan diklaim menjadi panduan pertama yang diterbitkan perguruan tinggi di Indonesia.
Jalur Afirmasi Diperkuat dalam Penerimaan Mahasiswa Baru
Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa Baru Unhas Nurul Ichsani mengatakan penguatan jalur afirmasi disabilitas tidak hanya menyangkut proses seleksi mahasiswa baru.
Menurutnya, langkah itu juga menjadi bagian dari pembangunan sistem pendidikan tinggi yang lebih ramah dan inklusif.
“Pendidikan tinggi harus membuka ruang yang setara bagi seluruh calon mahasiswa. Karena itu, penguatan SOP penerimaan mahasiswa jalur afirmasi disabilitas menjadi langkah penting agar layanan yang diberikan semakin adaptif terhadap kebutuhan mahasiswa,” jelas Nurul.
- Penulis :
- Aditya Yohan





