HOME  ⁄  Nasional

Pemkab Situbondo Mulai Transformasi Pertanian Cerdas dengan Fasilitas Drone Gratis untuk Petani

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkab Situbondo Mulai Transformasi Pertanian Cerdas dengan Fasilitas Drone Gratis untuk Petani
Foto: (Sumber: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Situbondo, Jawa Timur, Quratul Aini (tengah) di lahan pertanian. ANTARA/Novi Husdinariyanto.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mulai melakukan transformasi menuju pertanian cerdas atau smart farming dengan memfasilitasi drone pertanian gratis bagi petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman pangan, khususnya padi.

Program tersebut mulai dijalankan sejak awal Mei 2026 melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo dengan memanfaatkan pesawat tanpa awak untuk penyemprotan pupuk, pestisida, dan nutrisi tanaman.

Operator drone pertanian Dispertangan Situbondo, Luciano Satrio Himawan Afianto, mengatakan penggunaan drone mampu mempercepat proses penyemprotan lahan pertanian milik petani.

“Kapasitas drone pertanian ini mampu mengangkut 40 liter pupuk cair untuk disemprotkan, dan per lima hektare hanya butuh waktu sekitar satu jam,” katanya.

Drone Pertanian Layani Kelompok Tani di 17 Kecamatan

Luciano menjelaskan dirinya mulai bertugas melayani petani secara bergiliran sejak awal Mei 2026 untuk penyemprotan pupuk cair tanaman padi.

Drone pertanian tersebut digunakan oleh petani yang sebelumnya telah mendaftar untuk memanfaatkan layanan gratis dari pemerintah daerah.

Dispertangan Situbondo saat ini baru memiliki satu unit drone pertanian yang diharapkan dapat dimanfaatkan kelompok tani di 17 kecamatan.

Selama sepekan pelaksanaan program pertanian cerdas, tercatat sebanyak 21 kelompok tani telah mendaftar memanfaatkan teknologi digital tersebut.

Petani Wajib Penuhi Syarat Penggunaan Drone

Dispertangan Situbondo menetapkan sejumlah syarat bagi kelompok tani yang ingin memanfaatkan layanan penyemprotan menggunakan drone pertanian.

Kelompok tani diwajibkan mengoordinir petani dengan luas lahan minimal lima hektare.

Selain itu, lokasi pertanian harus dapat dilewati kendaraan pengangkut drone dan berada dekat sumber air.

Nutrisi berupa pupuk atau pestisida yang digunakan dalam penyemprotan dapat disiapkan oleh Dispertangan maupun petani sendiri.

Pemkab Situbondo berharap pemanfaatan teknologi drone pertanian dapat membantu petani meningkatkan hasil panen dan mempercepat transformasi menuju pertanian modern di daerah tersebut.

Penulis :
Aditya Yohan