HOME  ⁄  Nasional

BPH Migas Dorong CNG dan Mini LNG Jadi Alternatif Energi Rumah Tangga Pengganti LPG

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BPH Migas Dorong CNG dan Mini LNG Jadi Alternatif Energi Rumah Tangga Pengganti LPG
Foto: (Sumber: Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjadi pembicara pada acara "11th LNG Supply, Transport, & Storage Forum 2026", yang diadakan bersamaan dengan "3rd Small LNG Shipping & Distribution Forum" di Bali, Rabu (6/5/2026). ANTARA/HO-BPH Migas..)

Pantau - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mendorong optimalisasi pemanfaatan compressed natural gas (CNG) dan percepatan pengembangan mini-liquefied natural gas (LNG) sebagai alternatif energi rumah tangga untuk mengurangi ketergantungan impor LPG.

Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung konversi menuju energi yang lebih aman dan efisien.

“Jadi, tidak terbatas LPG saja, tetapi ada pilihan menggunakan CNG dan LNG. Pilihan energi ini juga dapat meningkatkan efektivitas penyaluran gas dan mendukung target pemerintah dalam konversi energi ke energi yang lebih aman, bersih dan efisien,” ujar Fathul dalam forum 11th LNG Supply, Transport, & Storage Forum 2026 di Bali, Rabu (6/5/2026).

Impor LPG Capai 81 Persen

Fathul menjelaskan kebutuhan energi rumah tangga saat ini masih didominasi LPG bersubsidi yang membebani fiskal negara dan meningkatkan ketergantungan impor.

Menurut data BPH Migas, impor LPG Indonesia kini mencapai 81 persen dari total kebutuhan nasional.

Karena itu, pengembangan CNG dan LNG dinilai penting untuk memperluas pilihan energi masyarakat sekaligus mendukung target swasembada energi nasional yang menjadi bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Fathul menambahkan pemanfaatan CNG saat ini mulai digunakan di sektor komersial seperti hotel dan restoran.

“Selain itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga menyampaikan bahwa CNG merupakan gas yang berbeda dengan LPG, namun memiliki fungsi serupa sebagai sumber energi,” katanya.

Pemerintah Targetkan 350 Ribu Sambungan Jargas

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga mencapai 350 ribu sambungan rumah pada 2029.

Untuk mencapai target tersebut, BPH Migas mendorong percepatan regulasi terkait pembangunan stasiun induk CNG dan terminal mini-LNG agar investasi dapat masuk lebih cepat.

Selain itu, skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) juga dinilai penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur energi, terutama di wilayah Indonesia timur.

“Untuk memperluas jangkauan jargas menggunakan CNG, dapat dilakukan melalui konversi stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) menjadi stasiun induk (mother station). Sedangkan, untuk penyaluran jargas nonpipa dapat menggunakan mini-LNG,” jelas Fathul.

Ia berharap potensi gas alam nasional yang melimpah dapat dimanfaatkan maksimal demi mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

Penulis :
Ahmad Yusuf