HOME  ⁄  Nasional

Wamenaker Sebut Kesiapan SDM Ekonomi Kreatif Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamenaker Sebut Kesiapan SDM Ekonomi Kreatif Jadi Fondasi Indonesia Emas 2045
Foto: (Sumber: Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor memberikan sambutan pada Examination Authority (EXOT) 2026 SMP-SMA Al-Wildan Islamic School Jakarta, Minggu (10/5/2026). ANTARA/HO-Kemnaker RI/aa..)

Pantau - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menilai kesiapan sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif menjadi fondasi penting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

“Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila ekonomi kreatif menjadi pilar pembangunan. Kemandirian ekonomi inilah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa maju dan berdaya saing global,” kata Afriansyah Noor dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Menurut Afriansyah, pemerintah saat ini terus memperkuat transformasi ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui empat pilar strategis prioritas pada 2026.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan kesenjangan kompetensi dan perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi digital.

Pemerintah Fokus Bangun SDM Adaptif dan Inovatif

Afriansyah mengatakan Indonesia tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membangun fondasi SDM masa depan yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing secara global.

“Transformasi digital telah mengubah wajah ketenagakerjaan secara fundamental. Meski pekerjaan konvensional bergeser, peluang baru berbasis kreativitas dan teknologi terbuka lebar. Kita membutuhkan talenta yang tidak hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan inovasi baru,” ujarnya.

Ia menjelaskan salah satu fokus utama pemerintah yakni penguatan pusat pelatihan vokasi melalui program skilling dan reskilling untuk menyiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan industri masa depan.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan Talent & Innovation Hub sebagai inkubator strategis nasional untuk mendorong lahirnya inovator baru dan produk kreatif bernilai komersial.

Kemnaker Siapkan Ekosistem Kerja Inklusif dan Produktif

Afriansyah menyebut pemerintah turut memperkuat pelatihan dan penempatan tenaga kerja disabilitas guna menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan setara.

“Keempat, Labor Productivity Clinics sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing perusahaan nasional di tingkat global,” kata Afriansyah.

Ia menambahkan keempat pilar strategis tersebut akan diintegrasikan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan nasional yang adaptif, inklusif, dan produktif.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia di tengah perubahan ekonomi global dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Penulis :
Aditya Yohan