HOME  ⁄  Nasional

Kapal Diduga Angkut PMI Ilegal Asal Indonesia Tenggelam di Perairan Pulau Pangkor, 23 Orang Berhasil Diselamatkan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kapal Diduga Angkut PMI Ilegal Asal Indonesia Tenggelam di Perairan Pulau Pangkor, 23 Orang Berhasil Diselamatkan
Foto: Ilustrasi - Kapal tenggelam di tengah cuaca buruk (sumber: ANTARA/Shutterstock)

Pantau - Badan Penegakan Maritim Malaysia Negara Bagian Perak melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) setelah kapal yang diduga membawa Pendatang Asing Tanpa Izin (PATI) warga negara Indonesia tenggelam di perairan Pulau Pangkor, Malaysia, Senin (11/5).

Direktur Maritim Negara Bagian Perak, Mohamad Shukri bin Khotob, mengatakan laporan awal diterima sekitar pukul 05.30 pagi dari seorang nelayan setempat yang menemukan para korban terapung di laut.

Nelayan tersebut kemudian meminta bantuan kepada pihak berwenang sebelum operasi SAR dimulai pada pukul 06.00 pagi.

Hasil penyelidikan awal menyebutkan kapal tersebut membawa total 37 penumpang yang diduga berasal dari Kisaran, Indonesia, dan berangkat pada 9 Mei 2026.

Para penumpang diduga hendak menuju beberapa wilayah di Malaysia seperti Pulau Pinang, Terengganu, Selangor, dan Kuala Lumpur.

Hingga saat ini sebanyak 23 orang berhasil diselamatkan, sementara sisanya masih belum diketahui keberadaannya.

Rincian korban selamat terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan yang seluruhnya merupakan warga negara Indonesia.

Operasi SAR Libatkan Kapal Perang dan Helikopter

Dalam operasi pencarian tersebut, tim SAR mengerahkan KM GAGAH, Kapal BENTENG 1203, Pasukan Polis Marin (PPM), Tentera Laut Diraja Malaysia (TLDM), serta komunitas nelayan setempat.

Sebuah kapal nelayan lokal bernama VNT PKFB 616 berhasil menyelamatkan 23 korban dari lokasi kejadian.

Korban selamat kemudian diantar menggunakan Kapal PPM PAC 16 menuju Dermaga PPM Kampung Acheh, Perak, untuk proses dokumentasi dan penyelidikan lebih lanjut.

Seluruh korban selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang di IPD Manjung.

Operasi SAR juga diperkuat dengan pengerahan KD Sri Indera Sakti, helikopter Fennec TLDM, dua unit Fast Combat Boat (FCB) TLDM, pesawat Bombardier CL 415 milik APMM, serta Kapal PAC 16 milik PPM.

Armada tersebut digunakan untuk pemantauan udara dan pencarian di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Tiga Tas Korban Ditemukan di Laut

Dalam proses pencarian, KM GAGAH menemukan tiga tas berisi pakaian yang diduga milik para korban.

Barang-barang tersebut akan diidentifikasi oleh korban selamat untuk membantu proses penyelidikan.

Mohamad Shukri bin Khotob menegaskan operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan.

“Maritim Malaysia berkomitmen dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan bersama instansi terkait guna memastikan seluruh korban yang diduga terlibat dapat ditemukan. Masyarakat, khususnya komunitas maritim, diminta memberikan informasi apabila menemukan korban atau objek mencurigakan di laut,” ungkapnya.

Otoritas Maritim Negeri Perak meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai korban yang belum ditemukan agar menghubungi Pusat Operasi Maritim Negara Bagian Perak di nomor 05-683 8737 atau nomor darurat 999.

Penulis :
Arian Mesa