HOME  ⁄  Nasional

Pengamat Berharap Muktamar ke-35 NU Perkuat Kemandirian Organisasi

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pengamat Berharap Muktamar ke-35 NU Perkuat Kemandirian Organisasi
Foto: (Sumber: Pengamat sosial politik Fachry Ali (kiri). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.)

Pantau - Pengamat sosial politik Fachry Ali berharap Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama atau NU yang akan digelar pada Agustus 2026 berjalan sesuai harapan warga NU dan menghasilkan kepemimpinan yang memperkuat posisi organisasi sebagai kekuatan masyarakat madani yang mandiri.

Fachry mengatakan hasil muktamar harus mampu mencerminkan independensi NU di berbagai bidang, mulai dari politik, ekonomi, hingga intelektual.

“Hasil muktamar harus mencerminkan bahwa NU adalah kekuatan civil society yang mampu mengorganisasikan dirinya sendiri, independen secara finansial, independen secara politik, dan independen secara intelektual dari negara maupun kekuatan apa pun,” kata Fachry Ali di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, NU sejak awal berdiri dikenal sebagai organisasi yang memiliki kemandirian ekonomi yang kuat.

PBNU Didorong Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Fachry berharap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU hasil Muktamar 2026 mampu memperkuat ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada pedagang kecil, petani kecil, dan kelompok ekonomi bawah.

“Sejak lahir pada 1926, NU sangat independen secara ekonomi. Itu yang harus dilaksanakan kembali oleh PBNU hasil Muktamar Agustus 2026,” ujarnya.

Ia menilai basis ekonomi rakyat merupakan fondasi penting dalam perkembangan NU selama ini.

Penguatan ekonomi kerakyatan juga dinilai penting untuk menjaga kemandirian organisasi dari pengaruh kekuatan eksternal.

Muktamar NU Digelar Agustus 2026

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan Muktamar ke-35 NU akan digelar pada 1 hingga 5 Agustus 2026.

Agenda utama dalam muktamar tersebut adalah pemilihan Ketua Umum PBNU untuk periode berikutnya.

PBNU memastikan persiapan pelaksanaan muktamar terus berjalan sesuai rencana.

Penulis :
Aditya Yohan