HOME  ⁄  Nasional

Distamhut DKI Sebut Koridor Hijau Bisa Jadi Ikon Baru Kawasan Jakarta

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Distamhut DKI Sebut Koridor Hijau Bisa Jadi Ikon Baru Kawasan Jakarta
Foto: (Sumber: Ilustrasi - Suasana Taman Bendera Pusaka yang didatangi masyarakat pada pagi hari, Jakarta, Senin (27/4/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri..)

Pantau - Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Provinsi DKI Jakarta menyebut koridor hijau atau green corridor dapat menjadi ikon suatu wilayah karena mampu menghadirkan identitas kawasan yang mudah dikenali masyarakat.

Kepala Bidang Jalur Hijau Distamhut DKI Muhammad Ali mengatakan sejumlah kawasan di Jakarta telah memiliki karakter ikonik melalui konsep koridor hijau.

“Ada satu ikon tersendiri ketika berada di satu tempat, kita mudah mengenali area ini adalah areanya Banjir Kanal Barat (BKB). Di tempat lain, misalnya area Sudirman-Thamrin, menjadi salah satu yang ikonik,” kata Ali dalam siniar bertema “Pengelolaan dan Perlindungan Pohon” di Jakarta, Rabu.

Koridor Hijau Dinilai Bantu Cegah Banjir dan Tarik Satwa

Ali menjelaskan koridor hijau merupakan ruang hijau memanjang yang menghubungkan satu area dengan area lainnya.

Menurut dia, selain memperkuat identitas wilayah, koridor hijau juga memiliki manfaat ekologis seperti membantu mencegah banjir dan menjadi habitat satwa terutama burung.

Ia mengatakan konsep tersebut juga berfungsi sebagai sabuk hijau khususnya di wilayah pesisir untuk mencegah abrasi.

“Biasanya green corridor ini kami terapkan di tepian jalan, kemudian tepian sungai, kemudian mungkin bisa juga di tepian rel kereta api, nah itu bisa menjadi area-area yang sangat potensial untuk menjadikan green corridor, karena bentuknya memanjang,” ujarnya.

Ali menambahkan koridor hijau dinilai tepat dihadirkan di kawasan pejalan kaki dan area publik lainnya.

Pemprov DKI Targetkan RTH Capai 30 Persen pada 2045

Koridor hijau menjadi salah satu bentuk ruang terbuka hijau (RTH) yang terus dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Saat ini luas RTH di Jakarta mencapai 3.703,56 hektare atau sekitar 5,59 persen dari total wilayah daratan.

Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat seluas 3.446 hektare atau sekitar 5,3 persen.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan perluasan ruang terbuka hijau hingga mencapai 30 persen dari total daratan pada tahun 2045.

Penulis :
Ahmad Yusuf