
Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania meminta pemerintah membangun gerakan literasi digital secara masif hingga ke sekolah dan lingkungan keluarga guna mencegah anak-anak terpapar judi online atau judol.
Dini menilai paparan judi online pada anak terjadi karena mereka mencontoh perilaku orang dewasa di sekitarnya.
Menurut dia, anak-anak yang sering melihat praktik judi online akan menganggap aktivitas tersebut sebagai hal biasa.
“Harus ada kolaborasi serius antara pemerintah, sekolah, tokoh masyarakat, platform digital, dan terutama keluarga,” kata Dini dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (16/5).
“Karena yang sedang kita pertaruhkan bukan hanya soal penggunaan internet, tetapi masa depan generasi bangsa,” lanjutnya.
DPR Nilai Pemblokiran Situs Saja Tidak Cukup
Dini menegaskan pemerintah harus bertindak lebih serius dalam menangani persoalan judi online.
Ia menilai upaya pemblokiran situs tidak akan efektif jika tidak dibarengi langkah pencegahan yang lebih luas.
“Sebenarnya negara punya kemampuan untuk mengambil kebijakan yang kuat ketika memang ada kemauan politik yang serius,” ujarnya.
Menurut Dini, selama ini pembatasan usia penggunaan fitur telepon seluler memang sudah diterapkan.
Namun, pengawasan menjadi lemah karena banyak anak menggunakan ponsel milik orang tua.
“Jangan sampai rumah yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru menjadi pintu pertama anak mengenal judi online,” katanya.
Keluarga Disebut Jadi Benteng Utama Cegah Judol
Dini menilai judi online dapat merusak masa depan generasi muda jika tidak ditangani secara serius.
Karena itu, ia menekankan pentingnya ketahanan keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak di tengah derasnya pengaruh digital.
Menurut dia, keluarga memiliki peran penting dalam pengawasan, pendidikan moral, dan komunikasi yang sehat terhadap anak.
“Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi yang lebih tangguh, produktif, dan terlindungi dari bahaya judi online,” ungkap Dini.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut hampir 200 ribu anak Indonesia telah terpapar judi online.
- Penulis :
- Aditya Yohan





