
Pantau - Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia Dagmar Gonzalez Grau di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Senin 18 Mei 2026, dengan membahas kerja sama kesehatan, pendidikan, hingga riset antara Indonesia dan Kuba.
Megawati hadir dalam kapasitasnya sebagai Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN.
Dalam pertemuan tersebut, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Ahmad Basarah, dan Direktur Hubungan Luar Negeri PDIP Hanjaya Setiawan.
Bahas Kerja Sama Kesehatan dan Pendidikan
Hasto Kristiyanto mengungkapkan pertemuan membahas pentingnya kerja sama Pemerintah Kuba dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, hingga BRIN.
Megawati dan Dubes Kuba turut membahas pengembangan obat kanker, vaksin halal, serta berbagai obat-obatan lainnya.
Kedua pihak juga mendorong kerja sama kesehatan dengan sejumlah rumah sakit di Indonesia seperti RS Harapan Kita dan RS Pusat Otak Nasional.
"Kepada Dubes Kuba, Ibu Megawati mengatakan kesehatan penting sekali untuk rakyat sehingga ketika saat menjabat presiden berinisiatif membangun RS PON," kata Hasto.
Dalam kesempatan itu, Dubes Kuba menjelaskan negaranya memiliki program khusus pemberantasan buta huruf, teknologi terapan, dan pendidikan spesialis.
Program pemberantasan buta huruf Kuba disebut telah diterapkan di 30 negara dan menjangkau sekitar 10 juta orang.
Megawati Kenang Kunjungan ke Kuba
Dalam pertemuan tersebut, Megawati juga mengenang kunjungannya ke Kuba pada tahun 2011.
"Ibu Mega bernostalgia ketika berkunjung ke Kuba melihat secara langsung pabrik cerutu. Ternyata ada insentif bagi pekerja yang bisa mencapai target, kemudian ketika ada produksi lebih dari target maka kelebihan itu menjadi hak pekerja tersebut," kata Hasto.
Dubes Kuba juga menjelaskan kondisi ekonomi negaranya yang mengalami tekanan akibat kebijakan Amerika Serikat.
Krisis ekonomi Kuba disebut sebagai yang terburuk sejak Periode Khusus pada 1990-an setelah runtuhnya Uni Soviet.
Dubes Kuba menyinggung terjadinya krisis energi dan listrik yang berdampak pada sektor pariwisata sebagai salah satu penopang ekonomi negara tersebut.
Pembatasan pengiriman bahan bakar dan jalur pelayaran oleh Amerika Serikat disebut semakin menambah tekanan terhadap perekonomian Kuba.
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Megawati menegaskan pentingnya solidaritas antarbangsa yang merdeka dan berdaulat, termasuk perjuangan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB.
Dalam kesempatan itu, Dubes Kuba menyerahkan buket bunga mawar, parfum berbahan bunga Mariposa Putih yang merupakan bunga nasional Kuba, dan cerutu Kuba kepada Megawati.
"Setelah menerima parfum, Ibu Mega spontan menjelaskan bahwa Beliau juga telah memiliki bunga Mariposa Putih yang ditanam pada kebunnya di Bali," ujar Ahmad Basarah.
Sebagai balasan, Megawati menyerahkan miniatur Candi Borobudur dan satu set cangkir tradisional sebagai cendera mata.
Dubes Kuba juga mengungkapkan ketertarikannya terhadap lukisan Megawati kecil bersama ayahnya, Soekarno, yang kemudian dijelaskan langsung oleh Megawati.
- Penulis :
- Arian Mesa





