HOME  ⁄  Nasional

Peneliti UI Temukan Mikroba Baru Tahan Panas untuk Industri dan Kesehatan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Peneliti UI Temukan Mikroba Baru Tahan Panas untuk Industri dan Kesehatan
Foto: (Sumber : Peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) melakukan pengembangan ragi tempe adaptif untuk menjaga stabilitas produksi dan cita rasa tempe di tengah perubahan iklim. (ANTARA/HO-Universitas Indonesia).)

Pantau - Tim peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menemukan spesies baru bakteri termofilik bernama Thermus javaensis yang mampu hidup pada suhu mendekati titik didih air dan berpotensi dimanfaatkan untuk industri serta kesehatan.

Penelitian tersebut dipimpin Guru Besar Ilmu Sistematika dan Prospeksi Mikroorganisme FMIPA UI Prof. Wellyzar Sjamsuridzal bersama Dr. Fitria Ningsih, Dr. Mazytha K. Rachmania, dan Dhian Chitra Ayu Fitria Sari.

“Penemuan Thermus javaensis menunjukkan bahwa ekosistem geotermal Indonesia merupakan biodiversity hotspot yang menyimpan keanekaragaman mikroorganisme yang sangat besar dan belum sepenuhnya terungkap secara ilmiah,” ujar Prof. Wellyzar di Depok, Selasa (19/5/2026).

Ditemukan di Kawasan Geiser Cisolok

Mikroorganisme tersebut ditemukan dari serasah daun di sekitar semburan geiser Cisolok yang bersuhu mencapai 100 derajat Celsius.

Bakteri ini diketahui mampu tumbuh pada suhu 45 hingga 80 derajat Celsius dengan suhu optimum 60 sampai 65 derajat Celsius.

Secara morfologi, bakteri tersebut memiliki pigmen kuning, berbentuk batang, dan mempunyai struktur unik bernama rotund bodies yang jarang ditemukan pada genus Thermus.

Penemuan ini menjadi spesies pertama dari genus Thermus yang dideskripsikan dari kawasan geotermal Indonesia dan telah dipublikasikan dalam jurnal internasional International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology.

Penelitian tersebut juga melibatkan kolaborator internasional dari RIKEN Jepang dan KRIBB Korea Selatan.

Potensi Besar untuk Bioteknologi dan Kesehatan

Tim peneliti menyebut bakteri Thermus javaensis berpotensi menghasilkan enzim termostabil tahan panas yang dapat digunakan dalam proses industri bersuhu tinggi.

Selain itu, analisis genom menunjukkan adanya indikasi metabolit sekunder baru dari kelompok terpen yang berpotensi dikembangkan menjadi senyawa antibakteri, antijamur, antiinflamasi, hingga senyawa bioaktif lainnya.

“Temuan ini membuka peluang pengembangan lebih lanjut di bidang bioteknologi, khususnya mikroorganisme termofilik yang berpotensi menghasilkan aplikasi industri bernilai tinggi,” kata Prof. Wellyzar.

Riset Berlangsung Lebih dari Satu Dekade

Eksplorasi mikroorganisme di kawasan geiser Cisolok telah dimulai sejak 2012, sedangkan pengambilan sampel spesies ini dilakukan pada 2015.

Proses identifikasi dilakukan melalui isolasi mikroba, analisis genetik, whole genome sequencing (WGS), hingga karakterisasi biokimia dan mikroskopik.

Menurut tim peneliti, tantangan terbesar dalam penelitian tersebut adalah mempertahankan kultur bakteri termofilik tetap hidup karena membutuhkan suhu tinggi dan medium khusus.

Saat ini, tim FMIPA UI juga telah mengonfirmasi dua kandidat spesies bakteri baru lainnya dari kawasan geiser Cisolok yang sedang dipersiapkan untuk publikasi ilmiah.

Penulis :
Aditya Yohan