
Pantau - Institut Teknologi Bandung (ITB) dan perusahaan teknologi medis asal China, Shanghai Microport MedBot (Group) Co., Ltd., menandatangani nota kesepahaman untuk kerja sama penelitian dan pengembangan di bidang robotika medis di Kampus ITB, Bandung, pada Rabu (29/7).
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan program penelitian bersama, termasuk inisiasi pembentukan pusat riset yang mendukung pengembangan ilmu dan teknologi kesehatan di ITB.
"Kolaborasi ini sejalan dengan rencana ITB untuk memperkuat pengembangan bidang ilmu dan teknologi kesehatan, termasuk robotika medis. ITB siap mendukung pengembangan riset dan inovasi yang dibutuhkan Indonesia di bidang teknologi medis," ungkap Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Lavi Rizki Zuhal.
Kemitraan ini juga dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia dalam mempercepat pengembangan teknologi kesehatan nasional, termasuk pengembangan bedah robotik.
Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat ekosistem riset kesehatan sekaligus mendorong inovasi dan transformasi layanan kesehatan di Indonesia.
Shanghai Microport MedBot diketahui telah memiliki jaringan bisnis di puluhan negara dan aktif mengembangkan inovasi di bidang robotika bedah.
Perusahaan tersebut bersama mitra internasional juga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telesurgery atau bedah jarak jauh, serta pemanfaatan teknologi komunikasi satelit untuk mendukung layanan kesehatan.
"Dengan kekuatan riset dan rekayasa yang dimiliki ITB, kami optimistis kolaborasi ini akan menghasilkan berbagai inovasi di bidang robotika medis," ujar Direktur Shanghai Microport MedBot Chao He.
Chao He menilai Indonesia memiliki potensi besar sebagai lokasi pengembangan riset dan implementasi teknologi telesurgery pada masa mendatang.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan



