HOME  ⁄  Nasional

BPBD Jakarta Selatan Evakuasi Anak Hanyut di Kali Ciliwung Saat Ambil Pancing Tersangkut

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BPBD Jakarta Selatan Evakuasi Anak Hanyut di Kali Ciliwung Saat Ambil Pancing Tersangkut
Foto: (Sumber : Petugas gabungan evakuasi korban hanyut di Saringan Sampah TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (19/5/2026). ANTARA/HO-BPBD Jakarta Selatan..)

Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mengevakuasi seorang anak berusia 14 tahun yang hanyut di Saringan Sampah TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, setelah tenggelam di Kali Ciliwung saat mengambil alat pancing yang tersangkut.

Komandan Pleton BPBD Jakarta Selatan Muhammad Nur mengatakan korban hanyut ketika memancing bersama temannya pada Minggu (17/5/2026).

“Kejadiannya hari Minggu (17/5). Korban bersama temannya sedang mancing. Pancingan korban nyangkut dan mau diambil. Naasnya karena kondisi arus yang deras, korban terbawa dan tidak mampu diselamatkan,” kata Muhammad Nur dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Korban Dievakuasi dalam Kondisi Meninggal Dunia

Muhammad Nur menjelaskan korban berjenis kelamin laki-laki itu berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh petugas gabungan setelah dilakukan operasi pencarian di aliran Kali Ciliwung.

Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans PMI Jakarta Selatan menuju rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

“Operasi pencarian sudah selesai. Kami imbau kepada warga yang ingin beraktivitas di sekitar aliran kali atau sungai, tetap tingkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Ketua PMI Jakarta Selatan Mundari mengatakan pihaknya mengerahkan satu unit ambulans dan dua personel untuk membantu proses evakuasi korban.

Jenazah Masih Jalani Identifikasi

Mundari menyebut jenazah korban saat ini masih menjalani proses identifikasi oleh tim Bareskrim Polri sebelum dibawa ke rumah duka.

“Kami turut berduka cita atas kejadian tersebut. Semoga korban mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” katanya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi warga agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika kondisi arus sedang deras akibat cuaca dan debit air meningkat.

Penulis :
Aditya Yohan