HOME  ⁄  Nasional

Pengamat Nilai PSN Wanam Harus Tetap Berlanjut Meski Ramai Film “Pesta Babi”

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pengamat Nilai PSN Wanam Harus Tetap Berlanjut Meski Ramai Film “Pesta Babi”
Foto: (Sumber : Alat berat memadatkan badan jalan di kawasan "Food Estate" Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.)

Pantau - Direktur Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan menilai Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan atau food estate di Wanam, Merauke, Papua Selatan, harus tetap dilanjutkan karena tidak berkaitan dengan film “Pesta Babi” yang belakangan ramai diperbincangkan.

PSN Wanam Dinilai Penting untuk Ketahanan Pangan

Iwan mengatakan keberlanjutan proyek cetak sawah di Wanam sangat penting untuk mendukung program ketahanan pangan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Menurut saya, kebijakan PSN Wanam ini cukup visioner karena ke depan negara global pun akan fokus dengan isu pangan mereka masing-masing," kata Iwan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia menilai ancaman defisit pangan akan menjadi persoalan lebih serius jika proyek tersebut dihentikan.

"Kalau isunya malah Indonesia defisit pangan, itu lebih bahaya lagi," ujarnya.

Film “Pesta Babi” karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale diketahui mengangkat perjuangan masyarakat adat Papua Selatan dalam mempertahankan tanah leluhur dan hutan adat dari proyek pembangunan skala besar.

Namun, Iwan menegaskan lokasi yang digambarkan dalam film tersebut bukan bagian dari kawasan PSN Wanam yang diproyeksikan mencetak sawah seluas satu juta hektare.

Menurut dia, program tersebut difokuskan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan pangan nasional.

Pengamat Sebut PSN Bawa Manfaat bagi Masyarakat

Iwan menyebut proyek cetak sawah di Wanam berpotensi memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga peningkatan pendapatan petani.

"Soal kritik di film Pesta Babi itu ya hak demokrasi menyatakan pendapat dalam bentuk kreativitas film," katanya.

Ia menilai kritik menjadi masalah apabila digunakan untuk delegitimasi dan agenda politik terselubung.

Terkait isu lingkungan, Iwan meyakini pemerintah telah melakukan kajian sesuai aturan perundang-undangan sebelum menjalankan proyek tersebut.

Ia juga meminta seluruh pihak membangun optimisme di tengah tekanan ekonomi global saat ini.

Sementara itu, warga Papua bernama Tarsan Balagaize mengaku bersyukur pembangunan PSN kini menjangkau kampung dan dusun di wilayah mereka.

“Kami harus bersyukur karena kapan lagi kami harus bisa menerima itu? Bukan karena kami saja yang bisa menikmati, tapi sampai kami punya anak-cucu,” kata Tarsan.

PSN Wanam diproyeksikan menjadi pusat cadangan pangan nasional melalui program cetak sawah baru seluas satu juta hektare yang didukung pembangunan irigasi, industri biodiesel, hingga konektivitas wilayah.

Penulis :
Aditya Yohan