
Pantau - Kementerian Agama Republik Indonesia mengembangkan Sekolah Terpadu Seminarium di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, sebagai upaya memperluas akses pendidikan Katolik yang terintegrasi sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Direktur Jenderal Bimas Katolik Kemenag RI, Suparman mengatakan pembangunan sekolah tersebut menjadi bagian dari implementasi program Kemenag Berdampak.
“Pembangunan sekolah ini merupakan wujud nyata Kemenag Berdampak. Pendidikan harus menjadi jalan untuk membangun kualitas manusia, memperkuat karakter, dan menyiapkan generasi masa depan yang mampu memberi kontribusi bagi masyarakat, gereja, dan bangsa,” ungkap Suparman.
Sekolah Terpadu Seminarium tersebut dirancang mencakup Taman Seminari, SD, SMP, SMA, hingga Universitas Negeri Katolik dalam satu kawasan pendidikan terpadu.
Seluruh fasilitas pendidikan itu akan dibangun di atas lahan seluas 10 hektare yang dihibahkan Pemerintah Kabupaten Nagekeo kepada Kemenag RI melalui Ditjen Bimas Katolik.
Kawasan Pendidikan Terpadu di Flores
Suparman menegaskan pembangunan sekolah tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana fisik semata.
Menurut dia, pembangunan sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia.
Ia menilai pendidikan menjadi instrumen penting untuk melahirkan generasi muda yang unggul secara intelektual, kuat dalam moral, memiliki spiritualitas, dan berintegritas.
Suparman juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Nagekeo, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat yang mendukung pengembangan kawasan pendidikan terpadu di Flores, termasuk melalui hibah tanah.
Integrasikan Iman, Ilmu, dan Karakter
Direktur Pendidikan Katolik Ditjen Bimas Katolik Kemenag, Albertus Triyatmojo mengatakan sekolah tersebut diharapkan menjadi model pendidikan Katolik modern.
Menurut Albertus, konsep pendidikan yang dikembangkan akan mengintegrasikan iman, ilmu pengetahuan, karakter, dan budaya lokal.
Pengembangan sekolah juga akan diperkuat melalui implementasi Kurikulum Cinta yang menanamkan nilai kasih, toleransi, kepedulian sosial, cinta lingkungan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Albertus menilai arah pengembangan sekolah sejalan dengan program Asta Protas Kemenag yang berfokus pada penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas pendidikan, pembangunan karakter generasi muda yang humanis, sikap inklusif, dan daya saing generasi muda.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTT, Fransiskus Kariyanto berharap pembangunan Sekolah Terpadu Seminarium menjadi tonggak penting bagi kemajuan pendidikan Katolik di Nusa Tenggara Timur.
Fransiskus menilai kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan pendidikan keagamaan, membuka akses pendidikan bermutu bagi masyarakat Flores, serta memberi peluang lebih luas bagi generasi muda memperoleh pendidikan berkualitas.
- Penulis :
- Arian Mesa





