
Pantau - Universitas Andalas atau UNAND menggagas pembentukan pusat studi yang fokus pada kajian terowongan dan struktur kompleks bawah tanah untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat.
Rektor UNAND Efa Yonnedi mengatakan pusat kajian tersebut akan bekerja sama dengan Hutama Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Sebelum menggagas pembentukan pusat studi, Efa Yonnedi telah bertemu dengan sejumlah pihak strategis, termasuk Chief Operating Officer atau COO Danantara dan Kepala Badan Pengaturan BUMN.
Pertemuan itu dilakukan untuk mendorong keterlibatan UNAND dalam penyusunan master plan pembangunan di Sumatera Barat.
Pembentukan pusat kajian tersebut muncul karena adanya peluang besar bagi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis di daerah.
Infrastruktur yang dimaksud mencakup pembangunan jalan tol hingga terowongan di Sumatera Barat.
“Ini peluang besar bagi Fakultas Teknik. Kita bisa menghadirkan pusat studi terowongan dan struktur kompleks yang tidak hanya mendukung pembangunan, tetapi juga menghasilkan riset, publikasi, hingga peluang magang dan studi lanjut berbasis riset,” ungkap Efa Yonnedi.
Dukung Proyek Tol dan Jalan Layang di Sumbar
Saat ini terdapat sejumlah proyek strategis nasional yang sedang dan akan dikerjakan di Sumatera Barat.
Salah satunya adalah kelanjutan pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru, terutama pada seksi Sicincin-Bukittinggi hingga terhubung ke Pekanbaru, Provinsi Riau.
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Hutama Karya juga tengah mengerjakan proyek Jalan Layang Sitinjau Lauik.
Proyek Jalan Layang Sitinjau Lauik diketahui memiliki nilai hingga Rp2,793 triliun.
Pembangunan jalan layang tersebut dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau KPBU.
Kolaborasi Kampus dan Industri Diperkuat
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri diharapkan mampu menciptakan hubungan yang saling menguntungkan dalam pengembangan riset dan sumber daya manusia.
Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi praktisi industri untuk melanjutkan pendidikan magister maupun doktor berbasis riset di UNAND.
Efa Yonnedi mengatakan banyak alumni Fakultas Teknik UNAND yang telah berkiprah di tingkat nasional.
Menurutnya, para alumni tidak hanya berada di level menengah, tetapi juga menjadi pengambil keputusan strategis di berbagai sektor penting.
“Alumni Fakultas Teknik telah menjadi CEO dan pemimpin yang mempengaruhi sektor energi, keuangan, infrastruktur dan berbagai sektor strategis lainnya di Indonesia,” ujar Efa Yonnedi.
- Penulis :
- Gerry Eka





