HOME  ⁄  Nasional

Kemenperin Percepat Sertifikasi SNI Genteng untuk Dukung Program Rumah Subsidi di Jawa Barat

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kemenperin Percepat Sertifikasi SNI Genteng untuk Dukung Program Rumah Subsidi di Jawa Barat
Foto: Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin, Emmy Suryandari, saat diwawancarai oleh media di Bandung, Jawa Barat, pada Senin 25/5/2026 (sumber: ANTARA/Ilham Nugraha)

Pantau - Kementerian Perindustrian mempercepat sertifikasi genteng berstandar SNI untuk mendukung program perumahan rakyat dan kebutuhan rumah subsidi yang terus meningkat di Jawa Barat.

Program tersebut dijalankan melalui Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin sebagai bentuk dukungan terhadap program Gentengisasi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Kepala BSKJI Kemenperin Emmy Suryandari mengatakan percepatan standardisasi dilakukan agar industri genteng lokal mampu memenuhi kebutuhan program perumahan nasional.

"Jadi melalui pembantuan standardisasi genteng, kami membantu Pemprov Jawa Barat untuk program Gentengisasi yang oleh Kementerian PKP dalam Perumahan Rakyat," ungkap Emmy.

Fokus Percepatan Sertifikasi di Jawa Barat

Emmy menjelaskan genteng saat ini sebenarnya belum masuk dalam kategori SNI wajib.

Namun, Kementerian PKP meminta penggunaan genteng yang telah memiliki sertifikasi SNI dalam program pembangunan perumahan rakyat.

"Genteng itu sebenarnya belum SNI wajib, tapi dari Kementerian PKP diminta menggunakan genteng yang sudah ber-SNI," katanya.

Kemenperin mendorong penerapan SNI melalui pendampingan teknis, fasilitasi sertifikasi, dan percepatan standardisasi bagi pelaku industri.

Langkah tersebut difokuskan pada industri genteng di Jawa Barat agar pelaku usaha dapat masuk ke dalam rantai pasok program perumahan nasional.

Emmy menegaskan percepatan sertifikasi juga bertujuan memperkuat daya saing produk lokal di sektor bahan bangunan.

Menurutnya, Kemenperin berupaya agar proses standardisasi tidak menjadi hambatan bagi pelaku usaha, terutama Industri Kecil Menengah (IKM).

"Sehingga dalam waktu yang cukup singkat, kami memfokuskan agar gentengisasi SNI di Jawa Barat bisa berjalan cepat," ujar Emmy.

Ribuan Unit Rumah Subsidi Dorong Kebutuhan Genteng

Sentra industri kecil dan menengah genteng di Jawa Barat tersebar di sejumlah wilayah seperti Jatiwangi di Majalengka, Plered di Purwakarta, dan Cirebon.

Wilayah tersebut dikenal sebagai basis produksi bahan bangunan nasional.

Sekitar 200 IKM genteng tercatat berada di Majalengka dan sebagian di antaranya telah mengikuti proses sertifikasi SNI.

Sementara itu, sebagian pelaku usaha lainnya masih dalam tahap pembinaan untuk meningkatkan kualitas produksi dan usaha.

Program percepatan sertifikasi tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan rumah subsidi di Jawa Barat.

Pada 2025, kebutuhan rumah subsidi di wilayah tersebut mencapai sekitar 62.591 unit.

Sementara pada 2026, target pembangunan rumah subsidi diperkirakan bertambah sekitar 40 ribu unit.

Kebutuhan genteng untuk mendukung program tersebut diperkirakan mencapai sekitar 45 juta unit.

Melalui percepatan sertifikasi SNI, Kemenperin menargetkan IKM genteng mampu masuk ke rantai pasok program perumahan nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal sektor bahan bangunan.

Penulis :
Leon Weldrick