HOME  ⁄  Nasional

BP Tapera Sebut Akad Massal FLPP di Batang Buktikan KPR Rumah Subsidi Menjangkau Wilayah Desa

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BP Tapera Sebut Akad Massal FLPP di Batang Buktikan KPR Rumah Subsidi Menjangkau Wilayah Desa
Foto: (Sumber :Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menyampaikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (24/7/2026). (ANTARA/Aji Cakti).)

Pantau - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menyatakan pelaksanaan Akad Massal KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menunjukkan program KPR rumah subsidi bersifat inklusif dengan menjangkau hingga wilayah pedesaan.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan pelaksanaan akad massal tersebut membuktikan akses pembiayaan rumah subsidi tidak hanya menyasar masyarakat di kawasan perkotaan.

Ia mengatakan, "Ini semakin menunjukkan FLPP ini inklusif, menjangkau bukan hanya kawasan perkotaan tapi ini juga sampai pedesaan."

Heru menambahkan lokasi perumahan yang menjadi tempat pelaksanaan kegiatan berada di kawasan pedesaan dengan kondisi yang dinilai strategis.

Ia mengatakan, "Lokasi perumahannya juga sangat strategis, sangat bagus dan itu bukan lahan persawahan."

Heru menjelaskan kegiatan akad massal merupakan tindak lanjut dari penyelenggaraan serupa yang sebelumnya digelar di Cileungsi, Jawa Barat, pada 29 September 2025 dengan 26.000 unit dan di Serang, Banten, pada 20 Desember 2025 dengan 50.030 unit.

Menurutnya, akad massal tahun ini akan mengusung tema akad massal dan serah terima kunci sebanyak 62.000 KPR rumah subsidi serta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar.

Acara tersebut dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, dan direncanakan dihadiri Presiden RI.

BP Tapera menyebut akad massal akan melibatkan 62.000 calon debitur KPR Sejahtera FLPP yang tersebar di lebih dari 100 titik di 36 provinsi dengan dukungan 36 bank penyalur mitra kerja BP Tapera.

Sebanyak 200 calon debitur akan mengikuti akad secara langsung di lokasi kegiatan, sedangkan 61.800 calon debitur lainnya akan mengikuti proses tersebut secara daring.

Penulis :
Ahmad Yusuf