HOME  ⁄  Nasional

Wukuf di Arafah Disebut Jadi Miniatur Padang Mahsyar bagi Jamaah Haji

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Wukuf di Arafah Disebut Jadi Miniatur Padang Mahsyar bagi Jamaah Haji
Foto: (Sumber : Ketua kloter haji Alwin Toma bersama jamaah haji kloter 28 UPG asal Gorontalo berada di titik kumpul untuk pergerakan menuju Arafah dalam rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah. ANTARA/HO-Alwin Toma (Haji).)

Pantau - Padang Arafah disebut menjadi miniatur Padang Mahsyar bagi jutaan jamaah haji yang menjalani wukuf dalam rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah di Makkah, Arab Saudi.

Hamparan padang tandus di Arafah dipenuhi jutaan jamaah dari berbagai negara yang berkumpul untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Suasana spiritual di Arafah digambarkan penuh haru dengan lantunan talbiyah yang terus menggema di tengah cuaca gurun yang panas dan berdebu.

“Labbaik allahumma labbaik. Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu,” demikian lantunan talbiyah yang diucapkan para jamaah.

Wukuf Jadi Inti Ibadah Haji

Bagi jamaah haji, wukuf di Arafah bukan sekadar ritual transit sebelum menuju Muzdalifah dan Mina, melainkan inti utama ibadah haji.

Rasulullah SAW dalam hadisnya menyebut, “Haji adalah Arafah.”

Wukuf di Arafah juga dimaknai sebagai simulasi kehidupan manusia di Hari Kiamat ketika seluruh umat manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya.

Dalam keyakinan Islam, Mahsyar merupakan tempat seluruh manusia sejak Nabi Adam hingga manusia terakhir dibangkitkan dan diadili atas seluruh amal selama hidup di dunia.

Jamaah Diajak Merenungi Kehidupan

Momentum wukuf membuat banyak jamaah merenungi kehidupan dan menyadari bahwa seluruh kemegahan dunia pada akhirnya akan kembali menjadi tanah.

“Di miniatur Mahsyar ini, mereka menyadari seutuhnya bahwa pada akhirnya, semua yang dibanggakan akan berkalang tanah. Hanya amal kebaikanlah yang akan menjadi penolong sejati,” tulis laporan tersebut.

Padang Arafah menjadi titik pertemuan jutaan manusia tanpa membedakan status sosial, bangsa, maupun warna kulit.

Seluruh jamaah mengenakan pakaian ihram serba putih sebagai simbol kesetaraan manusia di hadapan Sang Pencipta.

Sebelumnya, pemerintah juga mengimbau jamaah menjaga kondisi kesehatan menjelang pelaksanaan wukuf karena cuaca panas ekstrem di kawasan Arafah dan sekitarnya.

Penulis :
Ahmad Yusuf