HOME  ⁄  Nasional

Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Pentingnya Kesiapan Kerja Inklusif bagi Generasi Muda

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Wamenaker Afriansyah Noor Tekankan Pentingnya Kesiapan Kerja Inklusif bagi Generasi Muda
Foto: (Sumber : Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor dalam peluncuran program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital Inklusif (ANDAL) yang diselenggarakan oleh YCAB Foundation di Jakarta, Selasa (26/5/2026). (ANTARA/HO-Kemnaker RI).)

Pantau - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya kesiapan kerja yang inklusif bagi generasi muda di tengah percepatan transformasi ekonomi digital yang menuntut peningkatan keterampilan dan akses kerja setara.

Afriansyah menyampaikan masih terdapat tantangan dalam penyiapan generasi muda memasuki dunia kerja, terutama terkait akses pendidikan, pelatihan, dan pengembangan keterampilan yang belum merata.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian dalam penguatan kebijakan ketenagakerjaan nasional agar perluasan akses pelatihan dan peningkatan kompetensi dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Transformasi Digital Butuh SDM Berkualitas

Afriansyah mengatakan percepatan ekonomi digital harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Pemerintah pastinya terus memperkuat transformasi pelatihan vokasi agar lebih responsif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan pasar kerja,” ungkap Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun sistem ketenagakerjaan yang inklusif dan bebas diskriminasi.

“Prinsip inklusivitas menjadi bagian penting dalam kebijakan ketenagakerjaan nasional, termasuk upaya memperluas akses kesempatan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari diskriminasi,” katanya.

Kemnaker Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan

Kementerian Ketenagakerjaan disebut terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui berbagai program strategis.

Program tersebut meliputi pengembangan tenaga kerja mandiri, sistem informasi ketenagakerjaan berbasis digital melalui SIAPKerja, hingga program padat karya di berbagai daerah.

Afriansyah menilai penguatan ekosistem ketenagakerjaan membutuhkan kerja sama lintas sektor.

“Penguatan ekosistem ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan pelatihan, organisasi masyarakat sipil, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Penulis :
Aditya Yohan