HOME  ⁄  Nasional

Institut Teknologi Bandung Tegaskan Dugaan Manipulasi Riset Alumni Bersifat Individu, Bukan Keterlibatan Institusi

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Institut Teknologi Bandung Tegaskan Dugaan Manipulasi Riset Alumni Bersifat Individu, Bukan Keterlibatan Institusi
Foto: Kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesha, Bandung. (sumber: ITB)

Pantau - Institut Teknologi Bandung (ITB) menegaskan dugaan manipulasi atau fraud riset yang menyeret seorang alumninya merupakan tindakan individu dan tidak melibatkan institusi, di tengah sorotan publik setelah kasus tersebut viral di media sosial.

Klarifikasi ITB terkait status alumni dan dugaan kasus

Institut Teknologi Bandung menyatakan bahwa dugaan manipulasi riset yang mencuat ke publik tidak berkaitan dengan aktivitas kelembagaan kampus.

Alumni yang disebut dalam kasus ini merupakan lulusan Program Magister Matematika FMIPA ITB angkatan 2020 yang telah menyelesaikan studi pada tahun 2022.

ITB menjelaskan bahwa materi yang dipresentasikan dalam konferensi internasional International Symposium on Physical and Process Dynamics (ISPPD) di Kopenhagen, Denmark, tidak berkaitan dengan tesis maupun kegiatan akademik di ITB.

Tesis alumni tersebut saat menempuh studi di ITB berjudul “Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring.”

ITB menegaskan bahwa apabila terdapat proses hukum terkait dugaan tersebut, institusi menghormati jalannya proses hukum karena merupakan tindakan pribadi individu.

FMIPA ITB menegaskan kampus tetap memperketat standardisasi pengawasan karya ilmiah untuk menjaga reputasi dan integritas akademik di tingkat internasional.

Respons pemerintah dan sorotan ekosistem riset nasional

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menyatakan kasus ini turut dipantau meskipun pihak terkait tidak tercatat sebagai dosen aktif di perguruan tinggi Indonesia.

Pemerintah menilai kasus tersebut tetap penting karena dapat memengaruhi persepsi terhadap ekosistem riset nasional secara luas.

Dugaan kasus ini sebelumnya viral setelah diunggah oleh peneliti dari Universitas Udayana yang menghadiri konferensi ilmiah tersebut di Denmark.

Laporan awal menyebut adanya dugaan penggunaan hasil penelitian palsu oleh kelompok periset Indonesia yang diduga untuk memperoleh dana hibah konferensi.

ITB meminta publik untuk membedakan antara tindakan pribadi alumni dengan integritas kelembagaan universitas.

ITB menegaskan komitmen untuk menjaga budaya akademik yang berintegritas serta tidak mentoleransi plagiarisme, fabrikasi data, maupun manipulasi hasil penelitian.

Kasus ini masih dalam sorotan publik dan belum dijelaskan adanya status hukum lebih lanjut terhadap pihak yang disebut dalam dugaan tersebut.

Penulis :
Arian Mesa