HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Ajak Perkuat Persaudaraan dan Perdamaian dalam Momentum Waisak 2570 BE

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Khofifah Ajak Perkuat Persaudaraan dan Perdamaian dalam Momentum Waisak 2570 BE
Foto: (Sumber: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyambut biksu peserta Indonesia Walk for Peace 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim.)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memperkuat persaudaraan, menjaga perdamaian, dan merawat kerukunan dalam peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) Tahun 2026.

Seruan tersebut disampaikan sebagai upaya memelihara harmoni sosial di tingkat lokal, nasional, hingga global di tengah berbagai tantangan yang dihadapi dunia saat ini.

Khofifah menilai konflik, polarisasi, ketidakpastian ekonomi, dan krisis kemanusiaan menjadi tantangan yang membutuhkan penguatan nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat.

"Di tengah berbagai tantangan global yang diwarnai konflik, polarisasi, ketidakpastian ekonomi, hingga krisis kemanusiaan, nilai-nilai Dharma mengajarkan pentingnya cinta kasih, kebijaksanaan, pengendalian diri, serta penghormatan terhadap sesama sebagai fondasi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan," ungkap Khofifah Indar Parawansa.

Dharma Dinilai Relevan untuk Menjaga Perdamaian

Tema Hari Raya Waisak 2026 yang mengusung "Dharma Menjaga Perdamaian Dunia" dinilai Khofifah sangat relevan dengan kebutuhan dunia saat ini.

Menurutnya, perdamaian harus dimulai dari diri sendiri sebelum diwujudkan dalam keluarga, lingkungan sekitar, dan masyarakat luas.

Khofifah menegaskan Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, dan kehidupan harmonis di tengah keberagaman suku, agama, budaya, serta latar belakang sosial masyarakat.

Ia berharap semangat Waisak dapat semakin memperkuat komitmen masyarakat dalam menjaga persatuan dan mempererat persaudaraan.

"Perdamaian bukan hanya ketiadaan konflik, tetapi hadirnya rasa saling menghormati, saling memahami, dan saling membantu dalam kehidupan bersama. Inilah nilai-nilai yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi mendatang," katanya.

Waisak Jadi Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

Khofifah menilai keberagaman merupakan anugerah sekaligus kekuatan bangsa yang harus terus dirawat melalui toleransi dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, nilai welas asih dan kebajikan sangat relevan untuk memperkuat kohesi sosial sekaligus menjadi kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

"Ketika masyarakat hidup rukun, saling menghormati, dan mengedepankan kemanusiaan, maka kita tidak hanya menjaga perdamaian di lingkungan sekitar, tetapi juga ikut memberikan kontribusi bagi perdamaian dunia," ujarnya.

Khofifah juga mengajak masyarakat menjadikan Waisak sebagai momentum memperbanyak perbuatan baik, memperkuat kepedulian sosial, dan menghadirkan manfaat bagi sesama tanpa membedakan latar belakang.

"Tantangan zaman saat ini membutuhkan lebih banyak empati, solidaritas, dan kepedulian. Semangat Dharma harus menjadi energi untuk membangun kehidupan yang damai, inklusif, adil, dan penuh kasih sayang," tuturnya.

Khofifah turut menyampaikan apresiasi kepada umat Buddha di Jawa Timur yang dinilai aktif menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga Jawa Timur tetap kondusif, damai, dan guyub.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha. Semoga semangat Dharma senantiasa membimbing kita untuk menebarkan cinta kasih, memperkuat persaudaraan, serta menjaga perdamaian dunia. Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta, semoga semua makhluk hidup berbahagia," ungkap Khofifah.

Penulis :
Gerry Eka