
Pantau - Ratusan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggelar Musyawarah Besar Nahdliyin Muda Batang 2026 untuk menyampaikan aspirasi dan berdiskusi menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 NU yang akan berlangsung pada Agustus 2026.
Forum yang digelar pada Minggu (31/5) itu menjadi ruang dialog bagi generasi muda NU untuk menyampaikan pandangan terkait arah organisasi dan kepemimpinan NU ke depan.
“Kami perlu menghadirkan ruang dialog yang sehat agar warga NU, khususnya generasi muda, dapat menyampaikan aspirasi dan pandangannya secara terbuka demi kemaslahatan organisasi,” ungkap Ketua Panitia Mubes Nahdliyin Muda Batang Candra Yudha Satria.
Kemandirian NU Jadi Sorotan
Dalam forum tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren Merah Putih Nauval Fuad Hasyim menilai NU telah memiliki fondasi kuat sebagai civil society atau masyarakat madani.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penguatan kemandirian organisasi tetap menjadi kebutuhan penting bagi NU di masa mendatang.
“Kemandirian bagi NU menjadi sesuatu yang mutlak, baik kemandirian ekonomi, kemandirian politik, maupun kemandirian dalam aspek lainnya,” ujarnya.
Pandangan serupa disampaikan Pengasuh Pondok Pesantren Misykat Al Anwar Roy Murtadho yang menilai penguatan peran masyarakat madani harus terus dilakukan oleh organisasi.
Ia menekankan bahwa siapa pun yang terpilih sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar mendatang harus mampu menjaga posisi NU sebagai organisasi keagamaan yang memiliki pengaruh sosial, ekonomi, politik, hingga lingkungan.
“Kepemimpinan NU ke depan harus mampu menjalankan fungsi civil society secara maksimal,” katanya.
Muktamar NU Digelar Agustus 2026
Roy juga mengingatkan agar hubungan NU dengan pemerintah tetap bersifat dialektis dan kritis guna menjaga kepentingan bangsa serta mencegah dominasi kelompok tertentu dalam kehidupan bernegara.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menyampaikan bahwa Muktamar Ke-35 NU akan digelar pada 1-5 Agustus 2026.
Agenda utama dalam muktamar tersebut adalah pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk periode berikutnya.
Muktamar itu diperkirakan menjadi salah satu momentum penting dalam menentukan arah organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan





