
Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar program BRIN Goes to Villages guna mendekatkan hasil riset dengan kebutuhan masyarakat serta memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pembangunan nasional tidak akan berhasil tanpa kemajuan desa sehingga hasil riset yang dikembangkan para peneliti harus mampu menjawab persoalan nyata masyarakat, mulai dari ketahanan pangan, pengelolaan lingkungan, pengembangan UMKM, hingga tata kelola pemerintahan desa.
"Desa tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan. Desa harus menjadi subjek sekaligus pusat pertumbuhan baru yang mampu menggerakkan ekonomi lokal berbasis pengetahuan, teknologi, dan inovasi," ungkap Arif dalam kegiatan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (4/6).
Desa Inovasi Jadi Strategi Pembangunan Berkelanjutan
Arif menjelaskan Indonesia memiliki lebih dari 75.000 desa yang menyimpan potensi besar sebagai motor pembangunan nasional.
Namun, berbagai tantangan seperti keterbatasan akses teknologi, rendahnya produktivitas ekonomi, pengelolaan lingkungan yang belum optimal, serta terbatasnya kapasitas sumber daya manusia masih menjadi hambatan yang perlu diatasi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BRIN mengembangkan konsep Desa Inovasi yang dibangun melalui lima pilar utama yakni Smart and Innovative Society, Smart and Innovative Economy, Smart and Innovative Governance, Smart and Innovative Living and Environment, serta Smart and Innovative Heritage.
Kelima pilar tersebut dirancang untuk mendorong transformasi pembangunan desa secara menyeluruh dan berkelanjutan.
"Melalui Program Desa Inovasi, BRIN ingin memastikan bahwa hasil riset hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Arif.
Teknologi Tepat Guna Tingkatkan Produktivitas Desa
Arif menegaskan desa maju bukan hanya ditentukan oleh infrastruktur yang baik, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan.
Menurutnya, riset dan inovasi harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat agar petani, pelaku UMKM, kelompok perempuan, dan generasi muda desa mampu meningkatkan produktivitasnya.
"Riset dan inovasi harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat. Ketika teknologi tepat guna dapat dimanfaatkan oleh petani, pelaku UMKM, kelompok perempuan, maupun generasi muda desa, maka produktivitas akan meningkat dan kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh secara berkelanjutan," katanya.
BRIN Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
BRIN menilai pembangunan desa berbasis inovasi membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Arif mengatakan BRIN berperan sebagai penghubung antara dunia riset dengan kebutuhan pembangunan yang dihadapi masyarakat di berbagai daerah.
"Kolaborasi adalah kunci. BRIN menyediakan solusi berbasis riset dan teknologi, sementara pemerintah daerah, kementerian, dunia usaha, dan masyarakat menjadi mitra dalam memastikan inovasi tersebut dapat diterapkan dan memberikan dampak nyata," tuturnya.
- Penulis :
- Aditya Yohan





