
Pantau - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI menegaskan pentingnya transparansi dalam penyelidikan kasus dua warga sipil yang terkena peluru nyasar di Kota Padang, Sumatera Barat, serta meminta pengungkapan perkara dilakukan secara komprehensif, akuntabel, profesional, dan terbuka kepada publik.
Ketua Komnas HAM RI Anis Hidayah menyampaikan hal tersebut pada Kamis (4/6/2026) usai mengunjungi kedua korban yang dirawat di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara Kota Padang.
Ia mengungkapkan, "pengungkapan kasus tersebut harus dilakukan secara transparan, komprehensif, akuntabel, dan profesional."
Menurut Anis, langkah tersebut penting karena hak atas rasa aman dan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dijamin oleh undang-undang.
Ia menegaskan bahwa negara memiliki kewajiban memberikan perlindungan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat.
Anis juga menyoroti lokasi kejadian yang berada di lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, kawasan kampus seharusnya menjadi tempat yang menjamin aspek keamanan bagi seluruh civitas akademika maupun masyarakat.
Komnas HAM Lakukan Pendalaman dan Pemantauan Kasus
Setelah menemui kedua korban, Komnas HAM memutuskan menindaklanjuti kasus tersebut melalui Perwakilan Komnas HAM Sumatera Barat.
Tindak lanjut yang dilakukan meliputi pengumpulan berbagai informasi yang masih diperlukan terkait peristiwa tersebut.
Komnas HAM juga akan melakukan pemantauan secara proaktif terhadap proses penanganan kasus.
Salah satu informasi yang menjadi perhatian adalah dugaan adanya suara letusan saat peristiwa terjadi.
Anis menyatakan bahwa informasi tersebut perlu didalami lebih lanjut untuk memastikan kebenaran dan kesahihannya.
Komnas HAM juga akan menelusuri kronologi kejadian secara lebih rinci dan menyeluruh guna memperoleh gambaran yang jelas mengenai penyebab dan jalannya peristiwa.
Ia mengungkapkan bahwa proses pendalaman dilakukan untuk memastikan seluruh fakta dapat terungkap secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kondisi Korban Membaik dan Kampus Beri Respons Cepat
Dalam kunjungannya, Anis turut memantau kondisi kesehatan kedua korban yang terkena peluru nyasar.
Ia mengungkapkan bahwa kondisi kedua korban saat ini sudah jauh membaik setelah menjalani tindakan operasi medis.
Salah satu korban merupakan mahasiswi Universitas Negeri Padang yang mengalami luka pada bagian kaki akibat peluru nyasar.
Korban lainnya adalah seorang laki-laki yang mengalami luka pada bagian tangan.
Secara terpisah, Rektor Universitas Negeri Padang Krismadinata menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 17.05 WIB.
Menurutnya, setelah menerima informasi kejadian, pihak kampus segera mengerahkan ambulans untuk membawa kedua korban ke rumah sakit terdekat.
Kedua korban kemudian menjalani serangkaian operasi di Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo pada hari yang sama setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut.
Komnas HAM menegaskan bahwa proses penyelidikan harus dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik guna menjamin keadilan bagi korban serta mencegah munculnya spekulasi di masyarakat.
Komnas HAM juga menyatakan akan terus memantau perkembangan kasus sambil mendorong pengungkapan fakta secara menyeluruh, profesional, dan akuntabel untuk memastikan perlindungan hak asasi manusia serta rasa aman bagi masyarakat.
- Penulis :
- Shila Glorya





