
Pantau - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menerima titipan tongkat berkepala Garuda Wisnu Kencana yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Kongres XI Gerakan Pemuda Marhaenis di Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (6/6/2026).
Tongkat tersebut diserahkan oleh Gerakan Pemuda Marhaenis sebagai simbol dukungan kepada pemerintah.
Pigai menyatakan bersedia menyampaikan tongkat itu kepada Presiden Prabowo setelah dilengkapi penjelasan mengenai makna dan filosofi yang terkandung di dalamnya.
"Saya terima titipan ini, namun saya minta dilengkapi dengan catatan filosofi dari tongkat ini sebelum saya serahkan ke Presiden," ungkap Pigai.
Tongkat Diserahkan sebagai Simbol Dukungan
Penyerahan tongkat berlangsung dalam rangkaian Kongres XI Gerakan Pemuda Marhaenis yang digelar di Istana Jimbarwana, Kabupaten Jembrana, Bali.
Istana Jimbarwana diketahui merupakan milik anggota DPD RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna.
Kongres tersebut menjadi forum pertemuan Gerakan Pemuda Marhaenis untuk membahas berbagai isu organisasi dan kebangsaan.
Pigai menegaskan dirinya akan menyampaikan titipan tersebut kepada Presiden setelah memperoleh penjelasan tertulis mengenai filosofi tongkat Garuda Wisnu Kencana.
Pigai Sebut Program Prabowo Sejalan dengan Ideologi Marhaen
Dalam sambutannya pada Kongres Pemuda Marhaenis XI, Pigai menyatakan program dan kebijakan Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan prinsip ideologi marhaen yang berakar dari ajaran Bung Karno.
Menurut Pigai, Prabowo memiliki karakter patriotik dan nasionalis serta menunjukkan keberpihakan kepada kaum marhaen.
Pigai mencontohkan sejumlah program pemerintah yang dinilainya mencerminkan prinsip-prinsip marhaen, seperti program makan bergizi gratis, Koperasi Desa Merah Putih, dan pembangunan kampung nelayan.
"Makan bergizi gratis, koperasi desa Merah Putih dan pembangunan kampung nelayan, merupakan beberapa contoh Pak Presiden menjalankan prinsip-prinsip marhaen," ujarnya.
Ia juga menilai pemerintah berupaya menjaga sumber daya dan kekayaan negara agar tidak dikuasai atau terjual kepada bangsa asing.
Pigai menyebut banyak negara maju memulai pembangunan dari wilayah pedesaan sehingga kesejahteraan masyarakat desa menjadi faktor penting bagi kemajuan negara.
"Banyak contoh sebuah negara menjadi maju setelah masyarakat di pedesaannya makmur. Hal itu yang sedang dilaksanakan pemerintah sekarang," katanya.
Menurut Pigai, menjalankan ajaran marhaen berarti menghapus kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin dengan menjadikan petani, nelayan, dan buruh sebagai tuan di negara sendiri.
Pigai mengaku secara pribadi menganut ideologi marhaen karena menilai Presiden Prabowo juga menjalankan prinsip tersebut dalam pemerintahannya.
"Pembelaan terhadap kaum marhaen sudah saya lakukan sejak menjadi Ketua Komnas HAM. Sekitar 15 ribu kasus pelanggaran HAM harus saya tangani, yang rata-rata masyarakat kecil sebagai korbannya," ungkapnya.
- Penulis :
- Leon Weldrick





