HOME  ⁄  Nasional

Sejumlah PDK Menolak Mubes V Kosgoro 1957, Forum Sempat Memanas di Tengah Proses Pemilihan Ketua Umum

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Sejumlah PDK Menolak Mubes V Kosgoro 1957, Forum Sempat Memanas di Tengah Proses Pemilihan Ketua Umum
Foto: Sejumlah Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 menolak Musyawarah Besar (Mubes) V Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) Mubes V Kosgoro di Jakarta, Sabtu 6/6/2026 (sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pantau - Sejumlah Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 karena dinilai tidak berjalan sesuai mekanisme organisasi yang berlaku.

Ketua PDK Kosgoro 1957 Kalimantan Utara, Andra Vitri, menyebut agenda Mubes yang berlangsung berbeda dengan jadwal resmi yang sebelumnya diterima oleh pengurus daerah.

Ia mengungkapkan, "Kami menolak pelaksanaan Mubes V ini karena agenda yang berjalan sudah tidak sesuai dengan jadwal resmi yang kami terima di daerah."

Menurut Andra, terdapat sejumlah hal dalam pelaksanaan Mubes yang dianggap tidak sesuai dengan prosedur organisasi.

Ia juga menilai pelaksanaan forum terkesan diarahkan untuk menguntungkan salah satu calon ketua umum.

Ketidakpuasan peserta dari daerah menyebabkan suasana forum sempat memanas selama jalannya musyawarah.

Dalam situasi tersebut, tokoh senior Kosgoro 1957 Agung Laksono disebut meminta sidang diskors sementara untuk meredakan ketegangan yang terjadi di dalam forum.

PDK Papua Selatan Ajukan Mosi Tidak Percaya

Ketua PDK Kosgoro 1957 Papua Selatan, Hari Bariono, turut menyatakan mosi tidak percaya terhadap pelaksanaan Mubes V Kosgoro 1957.

Ia menolak hasil musyawarah yang menurutnya mengandung cacat secara organisatoris.

Hari mengatakan, "Kami di daerah merasa sangat dirugikan dengan cara-cara yang tidak sehat ini dan menyatakan menolak keras Mubes V Kosgoro 1957 tahun 2026."

Menurut Hari, sejumlah mekanisme organisasi tidak dijalankan sebagaimana mestinya dalam pelaksanaan Mubes.

Kondisi tersebut memunculkan keberatan dari sebagian pengurus daerah yang hadir dalam forum.

Dua Kandidat Ketua Umum Masuk Tahap Verifikasi

Sebelumnya, panitia Mubes V Kosgoro 1957 telah menerima pendaftaran dua bakal calon ketua umum, yakni Sari Yuliati dan La Ode Safiul Akbar.

Koordinator Bidang Pendaftaran dan Verifikasi Mubes V Kosgoro 1957, Mascot Siregar, menyatakan seluruh berkas pendaftaran kedua kandidat telah diterima panitia.

Ia mengatakan, "Tepat pukul 11.00 WIB tahapan pengembalian formulir calon ketua umum resmi ditutup."

Sari Yuliati mengembalikan formulir pendaftaran pada Kamis, 4 Juni 2026.

La Ode Safiul Akbar mengembalikan formulir pendaftaran pada Jumat, 5 Juni 2026.

Panitia menyatakan dokumen pendaftaran La Ode Safiul Akbar sebagai calon Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 periode 2026–2031 telah dinyatakan lengkap.

Setelah penutupan pendaftaran, seluruh dokumen calon memasuki tahap verifikasi dan validasi untuk memastikan kelengkapan dokumen serta kesesuaian persyaratan dengan ketentuan Mubes V Kosgoro 1957.

Panitia juga menetapkan biaya administrasi sebesar Rp100 juta bagi setiap bakal calon ketua umum.

Hingga batas akhir pendaftaran, panitia menyebut Sari Yuliati belum menyerahkan biaya administrasi tersebut.

Polemik terkait pelaksanaan Mubes V dan penolakan dari sejumlah PDK menunjukkan adanya perbedaan pandangan di internal organisasi mengenai proses penyelenggaraan serta mekanisme pemilihan kepemimpinan Kosgoro 1957 periode mendatang.

Penulis :
Leon Weldrick