HOME  ⁄  Nasional

BNN Jawa Tengah Bekali Klien Rehabilitasi dengan Keterampilan Barista untuk Dorong Kemandirian Ekonomi

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BNN Jawa Tengah Bekali Klien Rehabilitasi dengan Keterampilan Barista untuk Dorong Kemandirian Ekonomi
Foto: Klien rehabilitasi narkoba BNN Jawa Tengah memperoleh pelatihan keterampilan menjadi barista di Semarang (sumber: BNN Jateng)

Pantau - Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Tengah memberikan pelatihan keterampilan barista kepada 20 klien rehabilitasi narkoba dari Klinik Pratama Enggal Waras di Semarang sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026.

Kepala BNN Jawa Tengah Toton Rasyid mengatakan rehabilitasi tidak hanya berfokus pada pemulihan dari ketergantungan narkotika.

Ia mengungkapkan, "Rehabilitasi juga harus mampu membentuk individu yang produktif, mandiri, dan siap kembali menjalankan fungsi sosial di masyarakat."

Menurut Toton, keberhasilan rehabilitasi tidak hanya diukur dari berhentinya penyalahgunaan narkotika.

Ia mengatakan, "Keberhasilan juga dinilai dari kemampuan mantan penyalahguna narkoba untuk bangkit, berkarya, dan menjalani kehidupan yang produktif."

Pelatihan Vokasi Jadi Bagian HANI 2026

Pelatihan vokasi barista tersebut menjadi salah satu program yang dijalankan BNN Jawa Tengah dalam rangka HANI 2026.

Kegiatan HANI tidak hanya berfokus pada kampanye bahaya narkoba.

Program tersebut juga menitikberatkan pada rehabilitasi dan pemberdayaan mantan penyalahguna narkotika.

BNN ingin memastikan para klien rehabilitasi memiliki bekal yang cukup untuk kembali beradaptasi dengan masyarakat setelah menyelesaikan masa pemulihan.

BNN Jawa Tengah juga terus menghadirkan berbagai program yang memberikan keterampilan praktis kepada para klien rehabilitasi.

Tujuan utama program tersebut adalah meningkatkan peluang para peserta untuk mandiri secara ekonomi dan sosial setelah menyelesaikan rehabilitasi.

Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta diharapkan dapat memperoleh pekerjaan atau membuka usaha sendiri.

Industri Kopi Dinilai Memiliki Prospek Besar

Toton menjelaskan bahwa industri kopi saat ini menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek cukup besar.

Industri tersebut menawarkan peluang kerja maupun peluang usaha yang terus berkembang.

Sektor perkopian juga dinilai menarik bagi generasi muda yang memiliki minat pada bidang pelayanan dan kewirausahaan.

Karena itu, keterampilan sebagai barista dinilai relevan untuk diberikan kepada peserta rehabilitasi.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi pengenalan berbagai jenis biji kopi beserta karakteristiknya.

Peserta juga mempelajari proses pengolahan kopi dari bahan baku hingga siap disajikan.

Materi pelatihan mencakup berbagai teknik penyeduhan kopi dan penggunaan peralatan kopi modern yang umum digunakan di industri perkopian.

Selain itu, peserta mendapatkan pelatihan pembuatan minuman berbasis espresso.

Peserta juga dibekali pemahaman mengenai standar pelayanan pelanggan yang berlaku di industri kafe dan kedai kopi.

Melalui program ini, BNN Jawa Tengah berharap para klien rehabilitasi memperoleh keterampilan yang dapat menjadi modal hidup setelah menyelesaikan masa rehabilitasi.

Program tersebut juga diharapkan membantu proses reintegrasi sosial para peserta ke tengah masyarakat.

Dengan memiliki keterampilan kerja yang nyata, para klien rehabilitasi diharapkan lebih percaya diri dalam membangun masa depan yang produktif dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Penulis :
Leon Weldrick