
Pantau - Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyatakan pemerintah akan mengintensifkan penanaman mangrove di berbagai wilayah Indonesia sebagai upaya menghadapi tantangan lingkungan dan mengurangi dampak bencana hidrometeorologi.
Bali Jadi Fokus Gerakan Penanaman Mangrove
Menteri Jumhur memimpin kegiatan penanaman 3.000 bibit mangrove bersama sekitar 1.000 personel TNI, Polri, Pemerintah Provinsi Bali, dan pegiat lingkungan di Mangrove Arboretum Park, Denpasar, Rabu.
Ia mengatakan, “Kami akan intensif melakukan penanaman mangrove ini di berbagai wilayah, sekarang di Bali.”
Menurut Jumhur, perubahan kondisi lingkungan saat ini membuat dampak kerusakan alam semakin nyata dan banyak bencana dipicu oleh aktivitas manusia.
Ia mengungkapkan, “Ketidaksopanan kita kepada lingkungan itu sudah mulai menuai hasil, kita di Sumatera tiba-tiba ada banjir bandang dan itu 80 persen bencana hidrometeorologi, bencana karena kita memperlakukan alam.”
Menteri Lingkungan Hidup juga menyampaikan rencana kembali ke Bali pada 28 Juli mendatang untuk memperingati Hari Mangrove Internasional melalui kegiatan penanaman mangrove dalam skala yang lebih besar bersama berbagai pihak.
Pemprov Bali Jadikan Mangrove sebagai Program Prioritas
Jumhur menilai Bali berhasil mengelola lingkungan dengan baik sehingga dipilih sebagai salah satu pusat penguatan gerakan pelestarian mangrove.
Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa penanaman mangrove menjadi program prioritas pemerintah daerah untuk menghadapi perubahan iklim sekaligus memenuhi target minimal luas kawasan hutan.
Ia mengatakan, “Yang kami harapkan agar alam ini semakin lestari dan membuat kehidupan kita menjadi lebih sehat. Oleh karena itu, kami secara periodik melaksanakan setiap bulan sekali penanaman pohon, termasuk mangrove di seluruh wilayah Bali dalam rangka memenuhi minimum 30 persen luasan kawasan hutan itu.”
Koster menjelaskan kawasan penanaman yang sebelumnya mengalami kerusakan sekitar 18 hektare sejak 2020 telah dipulihkan secara bertahap hingga kini hanya menyisakan sekitar 2 hektare yang belum ditanami kembali.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





