HOME  ⁄  Ekonomi

Potensi Logam Tanah Jarang di Mamuju Dinilai Strategis, Pengembangan Tetap Diminta Perhatikan Aspek Lingkungan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Potensi Logam Tanah Jarang di Mamuju Dinilai Strategis, Pengembangan Tetap Diminta Perhatikan Aspek Lingkungan
Foto: (Sumber : Gubernur Sulbar Suhardi Duka (ANTARA/HO-Diskominfo Sulbar).)

Pantau - Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dinilai memiliki potensi logam tanah jarang (LTJ) yang besar dan berpeluang mendukung pengembangan industri hilirisasi nasional, namun proses pengembangannya diingatkan tetap mengedepankan tata kelola yang berkelanjutan serta memperhatikan aspek ekologis.

Cadangan LTJ Berpotensi Dukung Hilirisasi Nasional

Berdasarkan hasil eksplorasi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sejumlah lokasi di Mamuju memiliki kandungan LTJ hingga 4.571 ppm dengan unsur bernilai tinggi seperti neodymium yang dibutuhkan dalam industri kendaraan listrik, turbin angin, dan teknologi modern lainnya.

Pemerintah menjadikan potensi tersebut sebagai bagian dari agenda hilirisasi mineral strategis dan berencana mengembangkan proyek percontohan melalui PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas).

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengatakan, “BUMN baru Perminas rencananya akan menggarap pilot proyek hilirisasi logam tanah jarang di Mamuju.”

Saat ini, penelitian dan eksplorasi masih berada pada tahap awal dengan cakupan area yang relatif terbatas dibandingkan keseluruhan kawasan prospektif yang tersebar di sejumlah blok di Mamuju.

Suhardi juga mengungkapkan, “Teknologi pengolahan LTJ masih banyak dikuasai China. Indonesia belum memiliki teknologi itu.”

Pengembangan Tambang Diminta Tetap Memperhatikan Lingkungan

Selain memiliki prospek ekonomi, pengembangan logam tanah jarang di Mamuju juga memunculkan perhatian terhadap dampak lingkungan di kawasan yang diproyeksikan menjadi lokasi eksplorasi.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Barat mengingatkan sebagian wilayah yang masuk dalam rencana pengembangan diduga bersinggungan dengan daerah resapan air, kawasan perbukitan, lahan pertanian masyarakat, dan sumber air yang menopang kehidupan warga di Kecamatan Simboro.

Sejumlah perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia, juga masih melakukan penelitian laboratorium untuk mengembangkan teknologi pengolahan yang sesuai dengan karakteristik logam tanah jarang di Indonesia.

Pengembangan potensi LTJ di Mamuju diharapkan dapat mendukung industrialisasi nasional sekaligus menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya mineral dan pelestarian lingkungan.

Penulis :
Aditya Yohan