
Pantau - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengungkapkan realisasi anggaran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) hingga 10 Juni 2026 telah mencapai 13,51 persen atau sekitar Rp1,15 miliar dan menyatakan optimistis target pada Juli 2026 dapat tercapai.
Verifikasi Calon Penerima Terus Dipercepat
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP Fitrah Nur mengatakan, “Realisasi terhadap target Juli 2026, 23,84 persen terhadap pagu anggaran BSPS 2026. Sekarang posisi kita baru 13,51 persen.”
Ia juga menegaskan, “Saya masih optimis kita bisa kejar yang ini, karena prosesnya semuanya verifikasi.”
Menurut Fitrah, Kementerian PKP telah melakukan instruksi verifikasi calon penerima bantuan terhadap sekitar 300 ribu rumah dari total target 400 ribu rumah.
Ia menambahkan, “Mudah-mudahan bulan Juni ini kita bisa selesaikan instruksi verifikasi 400 ribu rumah.”
Kuota BSPS Naik Signifikan pada 2026
Kementerian PKP menargetkan pelaksanaan fisik program BSPS selesai 100 persen paling lambat pada November 2026 sebagai bagian dari percepatan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni di Indonesia.
Pada tahun 2026, kuota BSPS meningkat menjadi 400.000 unit dibandingkan 45.000 unit pada 2025 sebagai bentuk komitmen pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Pelaksanaan program juga didukung digitalisasi mulai dari pengusulan, penetapan penerima hingga pemantauan di lapangan, termasuk mekanisme pemilihan toko terbuka yang diklaim meningkatkan efisiensi anggaran dan mengembalikan hasil penghematan kepada masyarakat dalam bentuk tambahan material bangunan.
Menteri PKP Maruarar Sirait sebelumnya menegaskan bahwa program BSPS tidak hanya meningkatkan kualitas hunian, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





