HOME  ⁄  Nasional

Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Kedua SLPI untuk Perkuat Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Kedua SLPI untuk Perkuat Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan
Foto: (Sumber :Staf Ahli Menteri untuk Menteri Koordinator Bidang Konektivitas dan Sektor Jasa, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dida Gardera (keempat dari kiri), dan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, Olivier Zehndersaat (tengah), berfoto bersama dalam peluncuran SLPI Fase II, di Jakarta (22/6/2026). ANTARA/Katriana/aa..)

Pantau - Pemerintah Indonesia bersama Kedutaan Besar Swiss dan United Nations Development Programme (UNDP) meluncurkan fase kedua Sustainable Landscape Program Indonesia (SLPI) untuk memperkuat tata kelola lanskap berkelanjutan, meningkatkan mata pencaharian masyarakat pedesaan, serta membangun rantai nilai komoditas yang lebih tangguh di Indonesia.

Peluncuran program yang berlangsung di Jakarta pada Senin tersebut menjadi kelanjutan dari fase pertama SLPI yang berjalan pada periode 2023-2025 dengan dukungan Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO).

Fokus Penguatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Masyarakat

Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Konektivitas dan Sektor Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Dida Gardera mengatakan pengelolaan lanskap berkelanjutan merupakan bagian penting dari prioritas nasional Indonesia.

"Lanskap Indonesia adalah aset nasional, dan melindunginya sekaligus memajukan kesejahteraan masyarakat kita merupakan prioritas nasional," ungkapnya.

Dida menjelaskan fase kedua SLPI menjadi peluang bagi Indonesia untuk menunjukkan praktik pengelolaan lanskap berkelanjutan di tingkat lapangan sekaligus memperkuat pembelajaran kelembagaan.

Menurutnya, program tersebut juga diharapkan dapat mendukung institusionalisasi forum multipihak dalam pemerintahan dan mengintegrasikannya ke dalam sistem pembiayaan serta perencanaan pembangunan.

Swiss dan UNDP Perluas Dampak Program

Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Olivier Zehnder menyatakan fase pertama SLPI telah membuktikan bahwa pengelolaan lanskap berkelanjutan mampu menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Melalui fase kedua, Swiss berkomitmen melanjutkan dan memperluas capaian tersebut sekaligus mendorong integrasi praktik-praktik yang telah terbukti berhasil ke dalam sistem yang lebih luas," ujarnya.

Sementara itu, Head of Nature and Low Carbon Development Unit UNDP Indonesia Aretha Aprilia menegaskan pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai apabila masyarakat menjadi bagian dari solusi.

"Melalui SLPI, UNDP mendukung platform multipihak yang mempertemukan petani, pemerintah, dan sektor swasta untuk membangun kolaborasi, berbagi pengetahuan, serta menyelaraskan upaya menuju tujuan bersama yang memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan," katanya.

Periode 2026-2029 Perkuat Kolaborasi dan Pendanaan

SLPI fase kedua akan berlangsung pada periode 2026-2029 dengan fokus memperkuat pendekatan yang telah diuji pada tahap percontohan agar menjadi bagian dari sistem yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Program tersebut akan memperkuat kemitraan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha serta meningkatkan sistem pemantauan dan pendanaan agar manfaatnya tetap berlanjut setelah masa pelaksanaan berakhir.

Selain itu, fase kedua memberikan perhatian lebih besar pada koordinasi nasional dan daerah, pemantauan berbasis hasil, mobilisasi sumber daya domestik, serta keterlibatan sektor swasta.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kepemilikan jangka panjang oleh lembaga-lembaga Indonesia dan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan lanskap berkelanjutan.

Penulis :
Ahmad Yusuf